Ribuan Warga Polandia Tolak RUU Pengendalian Mahkamah Agung

Arpan Rahman    •    Senin, 24 Jul 2017 23:12 WIB
polandia
Ribuan Warga Polandia Tolak RUU Pengendalian Mahkamah Agung
Ribuan orang berunjuk rasa mengecam RUU terkait MA di Poznan, Polandia, 21 Juli 2017. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Warsawa: Puluhan ribu warga Polandia mengibarkan bendera nasional dan memadati jalanan ibu kota, saat pemerintah bersitegang dengan Uni Eropa terkait upaya kontroversial menempatkan Mahkamah Agung di bawah kendali negara.

Dalam sebuah demonstrasi di Istana Presiden, para pengunjuk rasa -- yang membawa bendera Polandia dan Uni Eropa -- menuntut hak veto atas rancangan undang-undang tersebut. RUU itu disponsori partai Law and Justice (PiS) yang berkuasa.

Setelah perdebatan sengit, RUU tersebut disahkan majelis Polandia, yang telah memicu salah satu demonstrasi terbesar sejak partai tersebut berkuasa pada akhir 2015.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, mantan perdana menteri Polandia, meluncurkan serangan terhadap Presiden Andrzej Duda, meminta diadakannya pertemuan darurat dengan jajaran kabinet demi mencegah sebuah "krisis politik."

"Situasi saat ini, termasuk di tingkat internasional, sangat serius. Dan itulah sebabnya saya meminta tindakan serius dan mitra serius. Mari kita coba, Pak Presiden," cetus Tusk, seperti dikutip The Express, Senin 24 Juli 2017.

Tusk menilai langkah PiS yang ingin menjadikan MA di bawah kendali pemerintah "bertentangan dengan standar dan nilai-nilai Eropa," serta berisiko membuat Polandia menjadi negara marjinal.

RUU tersebut memberikan hak kepada anggota parlemen dan menteri kehakiman untuk menunjuk jajaran hakimnya sendiri.



(WIL)