Carlos the Jackal, Tersangka Teror Paling Diburu Diadili di Prancis

Arpan Rahman    •    Senin, 13 Mar 2017 15:37 WIB
terorisme
Carlos the Jackal, Tersangka Teror Paling Diburu Diadili di Prancis
Carlos the Jackal (kanan) adalah salah satu tersangka teror paling diburu di dunia. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Paris: Carlos si Serigala, pria Venezuela di balik serangkaian peristiwa di Prancis pada 1970-an dan 80-an, diadili lagi atas serangan di sebuah pusat perbelanjaan.

Dia sudah menjalani dua kali hukuman seumur hidup untuk beberapa pembunuhan yang dilakukannya atas nama Palestina dan pihak komunis.

Carlos, nama aslinya Ilich Ramirez Sanchez, mendapat julukan 'Jackal' atau 'Serigala' ketika dirinya menjadi salah satu tersangka teror paling dicari di dunia.

Dia menghabiskan bertahun-tahun dalam pelarian sebelum ditangkap pada 1994 di Sudan.

Apa yang Terjadi?

Ramirez, 67, akan muncul di hadapan tiga hakim di pengadilan Paris, pada Senin 13 Maret, atas serangan granat tangan di sebuah pusat perbelanjaan Latin Quarter di ibu kota Prancis pada September 1974.

Dua orang tewas dan 34 lainnya luka-luka dalam serangan itu.

Ramirez sudah mengaku tidak bersalah dan pengacaranya, Isabelle Coutant-Peyre, mengatakan sidang hanya buang-buang waktu dan uang.

"Apa gunanya menggelar sidang begitu lama setelah kejadian?" katanya seperti dilansir BBC, Senin 13 Maret 2017.

Tapi Georges Holleaux, seorang pengacara yang mewakili para korban, mengatakan banyak keluarga merasakan keadilan ketika melihat dia di pengadilan.

"Para korban telah menunggu begitu lama agar Ramirez dihakimi dan dihukum. Luka mereka tidak pernah sembuh," kilahnya.

Dalam sebuah wawancara surat kabar yang kemudian dia bantah, Ramirez diduga mengatakan, ia telah melakukan serangan dalam upaya membujuk Prancis untuk membebaskan militan komunis Jepang.



Siapa Carlos the Jackal?

Ramirez dijuluki Carlos the Jackal oleh pers, seperti nama teroris fiksi di tahun 1971 dalam novel karya Frederick Forsyth, The Day of the Jackal, yang diangkat ke layar lebar menjadi sebuah film populer.

Lahir di Venezuela, ia dianggap sebagai salah satu teroris politik yang paling terkenal di era 1970-an dan 80-an.

Pada usia 24, ia bergabung dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) dan mulai pelatihan sebagai seorang revolusioner militan.

Beberapa tahun kemudian, ia lancarkan serangan pertama -- kepada Joseph Edward Sieff, mantan presiden jejaring ritel Marks dan Spencer di London. Sieff, tokoh Yahudi terkemuka, selamat dengan luka tembak di kepala.

Mendapuk dirinya sendiri "revolusioner profesional" sejak itu Carlos ditemukan bersalah atas empat serangan bom di Paris dan Marseille pada 1982 dan 1983, yang menewaskan sebelas orang dan melukai 150 lainnya.

Dia pertama kali dihukum oleh pengadilan Prancis 20 tahun silam, dan lagi pada 2011 dan 2013. Jika terbukti bersalah dari tuduhan pembunuhan tingkat pertama, dia bisa mendapatkan hukuman seumur hidup ketiga.

Ramirez ditangkap di ibu kota Sudan pada 1994 oleh polisi elite Prancis, 20 tahun setelah serangan pertama yang dituduhkan kepadanya.

Ramirez Terlibat Serangan Apa Saja?

Pada Maret 1982, sebuah bom meledak di kereta yang melaju antara Paris dan Toulouse, menewaskan lima orang dan melukai 28 korban.

Sebulan kemudian, serangan bom yang dipasang di mobil pada kantor surat kabar anti-Suriah di Paris, dengan satu tewas dan 60 luka-luka.

Di malam tahun baru 1983, sebuah bom di kereta cepat TGV Marseille-Paris menewaskan tiga orang dan melukai 13.

Sebuah bom di stasiun kereta api Marseille menewaskan dua orang.

Dia juga telah dikaitkan dengan beberapa serangan lain di luar Prancis.




(WIL)