Paus Fransiskus Memohon Adanya Gencatan Senjata di Suriah

Willy Haryono    •    Rabu, 12 Oct 2016 17:07 WIB
krisis suriah
Paus Fransiskus Memohon Adanya Gencatan Senjata di Suriah
Paus Fransiskus dalam pidato mingguannya di Vatikan, Italia, 12 Oktober 2016. (Foto: AFP/ALBERTO PIZZOLI)

Metrotvnews.com, Vatikan: Paus Fransiskus memohon segera diterapkannya gencatan senjata di Suriah, atau "setidaknya" penghentian sementara aksi kekerasan agar warga sipil, terutama anak-anak, dapat dievakuasi dari zona konflik. 

Pernyataan dilontarkan Fransiskus seiring memburuknya kondisi di kota Aleppo yang terus digempur serangan udara pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Rusia. 

"Saya ingin menggarisbawahi dan menekankan kembali kedekatan saya kepada semua korban dari konflik tidak manusia di Suriah. Dengan mengulang kembali seruan saya, dan saya memohon kepada semua yang bertanggung jawab untuk segera diterapkannya gencatan senjata," ungkap Fransiskus dalam pidato rutin mingguannya di Vatikan, Italia, seperti dikutip AFP, Rabu (12/10/2016). 

"Saya minta gencatan senjata dihormati dan berlangsung cukup lama agar warga sipil dapat dievakuasi, terutama anak-anak, yang masih terperangkap dalam hujan bom," sambung dia. 

Selasa kemarin, menurut laporan grup pemantau, Rusia melancarkan rentetan serangan udara di Aleppo yang menewaskan 25 warga sipil termasuk empat anak-anak. 

Pasukan rezim Assad telah mengumumkan pada bulan lalu akan merebut Aleppo dari tangan pemberontak. 

Serangan brutal pasukan rezim Damaskus dan Moskow dimulai setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dan Rusia berakhir gagal pada September lalu. 

AS telah membekukan dialog bilateralnya dengan Rusia terkait upaya menghidupkan kembali gencatan senjata dalam konflik berdarah di Suriah. 

PBB menilai menilai situasi di Aleppo saat ini sebagai "musibah kemanusiaan." 



(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA