Serangan Pemberontak di Gereja Chechnya Tewaskan 7 Orang

Willy Haryono    •    Minggu, 20 May 2018 12:01 WIB
terorismeisisChechnya
Serangan Pemberontak di Gereja Chechnya Tewaskan 7 Orang
Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov. (Foto: AFP/NATALIA KOLESNIKOVA)

Grozny: Serangan kelompok pemberontak ke sebuah gereja Ortodoks di Chechnya menewaskan tujuh orang, Sabtu 19 Mei 2018. Tujuh orang itu adalah dua polisi, satu warga sipil dan empat pemberontak.

"Menurut informasi awal, dua polisi adalah yang bertugas menjaga keamanan sekitar gereja. Ada satu warga sipil yang tewas," ujar seorang pejabat setempat, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

"Empat pemberontak telah berhasil dieliminasi, sementara dua aparat terluka dalam serangan," lanjut dia.

Sebuah pisau dan senjata api ditemukan di antara barang-barang yang dibawa para penyerang. Lokasi penyerangan adalah gereja Archangle Michael di kota Grozny.

"Polisi telah berhasil mencegah adanya lebih banyak korban jiwa dan konsekuensi yang lebih serius," tutur pejabat tersebut.

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan kepada beberapa kantor berita Rusia bahwa pemberontak beraksi "atas perintah dari sebuah negara Barat." Ia meyakini pemberontak hendak menyandera sejumlah orang di gereja.

Dalam 20 tahun terakhir, Rusia telah terjun dalam dua perang melawan separatis di Chechnya. Republik Chechnya adalah subyek federal dari Rusia.

Setelah konflik 1994-1996, sejumlah aksi kekerasan masih terus terjadi di Chechnya. Pada Juni 2015, sejumlah pemberontak di Chechnya mendeklarasikan kesetiaan mereka kepada kelompok militan Islamic State (ISIS).

Chechnya juga dinilai sejumlah analis telah menjadi salah satu negara asal militan asing yang berperang di Suriah dan Irak.


(WIL)