Inggris dan Prancis Sepakati Perjanjian Perbatasan

Willy Haryono    •    Jumat, 19 Jan 2018 10:38 WIB
politik inggrisimigran gelappolitik prancis
Inggris dan Prancis Sepakati Perjanjian Perbatasan
PM Inggris Theresa May (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam konferensi pers gabungan di Museum Victoria and Albert di London, 18 Januari 2018 (Foto: AFP/PETER NICHOLLS)

London: Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyepakati perjanjian terbaru mengenai perbatasan pada Kamis 18 Januari 2018. Inti dari perjanjian ini adalah London akan membayar lebih kepada Paris untuk menghentikan gelombang migran ke Inggris.

Bertemu di akademi militer Sandhurst dekat London, kedua pemimpin sepakat Inggris akan membayar uang ekstra USD62 juta atau setara Rp826 miliar untuk biaya pagar, kamera CCTV dan teknologi pendeteksi di Calais dan beberapa pelabuhan. 

Baca: Perancis Bakar Habis Kamp Pengungsi Di Calais

"Investasi yang kami sepakati hari ini akan membuat perbatasan Inggris menjadi lebih aman," kata PM May dalam konferensi pers gabungan bersama Macron, seperti dikutip AFP

Meski kedua negara bekerja sama dalam berbagai sektor, termasuk intelijen dan pertahanan, perbedaan pendapat mengenai keimigrasian sering merenggangkan hubungan. 

Uang yang akan digelontorkan Inggris adalah tambahan dari 100 juta poundsterling. Ini merupakan permintaan dari Macron agar Inggris lebih berkontribusi. 

Selain masalah perbatasan, konferensi pers gabungan juga menyoroti peminjaman karya seni Bayeux Tapestry yang akan dipinjamkan Prancis kepada Inggris. 

Karya seni ini menggambarkan penguasaan Normandy atas Inggris. PM May mengatakan karya ini akan kembali ke Inggris pada 2022.

Peminjaman ini dilakukan untuk menguji coba apakah Bayeux Tapestry sudah cukup aman untuk dipindahkan dari Prancis ke Inggris. 

PM May merasa "terhormat" atas peminjaman karya ini, yang diharapkan Macron dapat membuat "lembaran baru" bagi kerja sama budaya dan sains kedua negara. 

Macron membantah karya ini ditunjukkan untuk mengingatkan Inggris atas kemenangan Prancis di masa lalu.


(WIL)