Paus Fransiskus akan Kunjungi Myanmar dan Bangladesh Bulan Depan

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 11 Oct 2017 14:01 WIB
paus fransiskus
Paus Fransiskus akan Kunjungi Myanmar dan Bangladesh Bulan Depan
Paus Fransiskus. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Vatikan: Paus Fransiskus dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Myanmar dan Bangladesh. Kunjungan akan dilakukan bulan depan, tepatnya pada 26 November hingga 2 Desember mendatang.

Kunjungan Paus ke dua negara di Asia tersebut diumumkan Vatikan pada Selasa kemarin. Namun, jadwal perjalanan yang diungkapkan itu tidak menyebutkan adanya pertemuan dengan para pengungsi etnis Rohingya.

Hal ini cukup membingungkan masyarakat lantaran Paus mengecam tindak kekerasan yang terjadi di Rakhine, namun tidak menjenguk mereka. Padahal, motto perjalanan Paus adalah 'kedamaian, keharmonisan dan cinta di antara orang dari berbagai agama'.

Dikutip dari Bangkok Post, Rabu 11 Oktober 2017, kemungkinan besar pidato Paus di Myanmar akan merujuk pada masalah kekerasan di Rakhine tersebut. Selain itu, dia akan bertemu dengan pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi, pejabat pemerintah dan korps diplomatik di ibu kota Naypyitaw.

Dijabarkan agenda keduanya di Myanmar akan bertemu dengan dewan tertinggi Sangha dari para biksu Buddha Myanmar. Dewan ini merupakan salah satu institusi paling berpengaruh sosial dan politik di negara mayoritas Buddha.

"Hari pertama Paus Fransiskus akan bertemu dengan pemimpin dan pejabat Myanmar, dan dilanjutkan bertemu dewan tertinggi Sangha pada hari kedua," demikian pernyataan Vatikan.

Setelah itu, akan ada Misa bersama komunitas Katolik kecil Myanmar. Kemudian dia akan menyeberang ke Bangladesh. Di Bangladesh, Paus akan membahas hubungan antaragama, pertemuan ini akan dilakukan pada 1 Desember di taman kediaman uskup agung.

Vatikan tidak mengungkapkan lebih banyak lagi dalam pernyataan mereka.

Saat bentrokan kembali terjadi di negara bagian Rakhine pada 25 Agustus lalu, Paus Fransiskus segera mengecam tindakan tersebut. Dan kunjungan ke Myanmar ini adalah pertama kalinya untuk Paus setelah kunjungan terakhir dilakukan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1986.


(FJR)