Dubes Moazzam Bocorkan Tips Dapatkan Beasiswa Kuliah di Inggris

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 13 Nov 2017 10:25 WIB
pendidikan
Dubes Moazzam Bocorkan Tips Dapatkan Beasiswa Kuliah di Inggris
Ilustrasi pendidikan, MTVN - M Rizal

Jakarta: Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, memberikan tips bagi pelajar Indonesia untuk dapat lolos seleksi beasiswa kuliah di luar negeri. Dubes Muslim pertama di Inggris itu menyebutkan salah satu kuncinya yaitu fasih berbahasa Inggris.

"Tips pertama, Anda harus fokus pada kefasihan berbahasa Inggris," ungkapnya saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Kamis 9 November 2017.

Menurutnya, fasih berbahasa Inggris menjadi prioritas utama seorang pelamar beasiswa diterima. Moazzam menjelaskan bahasa Inggris adalah salah satu alat komunikasi untuk menyatukan dunia.

"Bahasa Inggris di masa sekarang tak hanya sekedar alat komunikasi sehari-hari, namun juga menjadi alat komunikasi di seluruh dunia, semua bidang," ucapnya.

Baginya, untuk berkomunikasi bisnis, membuat riset, mengatasi masalah internasional, berkolaborasi mengatasi semua masalah yang ada di dunia, semuanya menggunakan bahasa Inggris. 

Untuk kuliah di Inggris, tak perlu pusing memikirkan biaya. Pasalnya, negara ini memiliki beberapa program beasiswa yang mendanai seluruh keperluan pelajar yang mengajukan. Beberapa program itu seperti Beasiswa Chevening bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di tingkat master atau S2 dan Newton Fund untuk mereka yang mau melanjutkan jenjang doktor atau S3.

Untuk program sarjana atau S1, Moazzam menuturkan beberapa universitas Inggris bekerja sama dengan program beasiswa pemerintah Indonesia. Yaitu Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sejak 2016, kuota untuk program beasiswa Chevening naik menjadi tiga kali lipat. Moazzam mengatakan, pada 2017 ini, sebanyak 70 pelajar Indonesia berangkat ke Inggris melalui program ini.

Beasiswa Chevening dibuka lewat pendaftaran online. Khusus di Indonesia, pendaftaran mulai dibuka per 7 November 2017.

Beasiswa Chevening tahun depan meliputi biaya kuliah di universitas Inggris hingga £18.000, termasuk untuk program MBA, tunjangan hidup bulanan, biaya perjalanan pulang pergi ke Inggris, tunjangan kedatangan, tunjangan saat pulang, biaya tesis, biaya bahan studi, biaya visa, serta dana perjalanan untuk menghadiri acara Chevening di Inggris.

Program studi berlangsung selama setahun. Bidang-bidang yang paling diminati, di antaranya climate change, economics, energy, finance, foreign policy, governance, public sector management, science, dan technology.



(RRN)