Dituduh Lakukan Pemerkosaan, Profesor dari Oxford Dipenjara

Arpan Rahman    •    Jumat, 02 Feb 2018 12:12 WIB
pelecehan seksual
Dituduh Lakukan Pemerkosaan, Profesor dari Oxford Dipenjara
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Paris: Akademisi terkemuka asal Swiss, Tariq Ramadan, seorang profesor studi Islam kontemporer di Universitas Oxford ditahan oleh polisi Prancis. Penahanan itu menyusul tuduhan melakukan pemerkosaan.
 
Sumber yudisial memberikan konfirmasi yang dikutip Guardian, Kamis 1 Februari 2018, bahwa Ramadan ditahan, pada Rabu 31 Januari 2018. Penyelidikan awal dibuka sesudah dua perempuan mengajukan pengaduan polisi terhadap dirinya, akhir tahun lalu. Mereka menuduh sang profesor melakukan pemerkosaan.
 
Ramadan, peneliti senior St Antony's College, mengambil cuti dari universitas tersebut pada November lalu setelah kedua wanita tersebut mengajukan tuntutan. Dia membantah tuduhan tersebut dan mengaku difitnah terhadap penulis Henda Ayari, salah satu penuduhnya.
 
Pada Oktober, Ayari, 40, yang mengepalai organisasi wanita Les Liberatrices, mengajukan aduan kepada jaksa penuntut di Rouen, Prancis. Menuduh pemerkosaan, kekerasan seksual, pelecehan, dan intimidasi oleh Ramadan. Dia katakan dilecehkan olehnya di sebuah kamar hotel di Paris pada 2012.
 
Ayari mengatakan bahwa dia telah menggambarkan pemerkosaan itu dalam sebuah bab dari bukunya, I Chose to be Free, terbit di Prancis pada November 2016, memberikan penyerangnya sebuah nama samaran. 
Dalam buku tersebut, Ayari menggambarkan serangan seks oleh seorang intelektual di sebuah kamar hotel di Paris usai sebuah konferensi. Ia mengatakan bahwa dia melawan tapi dihina, ditampar, dan diperlakukan kejam.
 
Terungkapnya serangan seksual dan skandal pelecehan yang melibatkan produser Hollywood Harvey Weinstein, Ayari mengatakan membuat dia memutuskan untuk menyebut nama Ramadan. Ia resmi menuntut ke polisi.
 
Wanita kedua melaporkan Ramadan ke polisi, menuding dia telah memperkosa dan menyerangnya dengan kasar di kamar hotel di kota Lyon, Prancis, pada 2009.
 
Ramadan, cendekia kelahiran Swiss berusia 55 tahun memasyhurkan namanya sebagai penulis dan komentator tentang Islam modern. Ia memberi nasihat kepada Pemerintah Inggris yang rutin mengenai Islam dan masyarakat. Tokoh terkenal di Timur Tengah, dia cucu pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, Hassan al-Banna.



(FJR)