PM Inggris Siapkan Balasan atas Kematian Mata-mata Rusia

Arpan Rahman    •    Rabu, 14 Mar 2018 18:25 WIB
inggrisrusia
PM Inggris Siapkan Balasan atas Kematian Mata-mata Rusia
PM Inggris Theresa May siapkan balasan atas tewasnya mantan mata-mata Rusia di Inggris (Foto: AFP).

London: Theresa May sedang bersiap memimpin sebuah pertemuan Dewan Keamanan Nasional setelah dia mengecam Rusia atas kasus diracunnya mantan mata-mata Negeri Beruang Merah.
 
Perdana Menteri Inggris siap memastikan sejumlah balasan atas Rusia, termasuk seruan untuk sanksi baru, larangan visa, dan tindakan keras terhadap mata uang Rusia di Inggris. Dia diperkirakan menetapkan rencana untuk membangun koalisi dukungan internasional -- dari Uni Eropa, NATO, dan bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa -- demi mengendalikan Rusia.
 
Sebelumnya, pada Selasa, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, memberi May dukungan penuh atas strateginya menghadapi Rusia mengenai keracunan agen ganda Sergei Skripal. Trump mengatakan bahwa dia "bersama Inggris". Demikian diberitakan Guardian, Rabu 14 Maret 2018.
 
May telah mendapat dukungan kuat dari para pemimpin kunci Eropa dan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), badan yang bertanggung jawab mengendalikan senjata kimia.
 
Tindakan May justru mengundang peringatan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia  Maria Zakharova, bahwa Inggris tidak boleh mencoba menakut-nakuti Moskow.
 
Kedutaan Besar Rusia di London menjelaskan tidak mau memenuhi permintaan Inggris hingga tenggat waktu tengah malam pada Selasa untuk mengungkapkan pengetahuannya tentang peran negaranya yang diduga meracuni Skripal dan putrinya, Yulia.
 
Sebaliknya, Rusia menuntut akses ke sampel gas saraf novichok, yang diduga dipakai dalam serangan tersebut. Seraya mengklaim ultimatum May ke Moskow melanggar protokol internasional.
 
Dubes Rusia untuk OPCW, Alexander Shulgin, menuduh Inggris membuat tuduhan yang tidak berdasar dan memantik histeria.
 
Juru bicara Kudubes Rusia di Inggris menanggapi spekulasi bahwa Inggris dapat melakukan serangan siber sebagai bagian dari tanggapannya. Ia mengatakan: "Pernyataan oleh sejumlah anggota parlemen, 'sumber Whitehall', dan 'pakar' mengenai kemungkinan 'penerapan' 'kelihaian siber ofensif' menimbulkan kekhawatiran serius.
 
"Bukan hanya Rusia secara provokatif dituduh melakukan insiden di Salisbury, namun tampaknya rencana tersebut dikembangkan di Inggris untuk menyerang Rusia dengan senjata maya," serunya.
 
Di Moskow, Kemenlu Rusia memanggil duta besar Inggris, Laurie Bristow, dan memperingatkan bahwa 'tindakan oleh Pemerintah Inggris secara terbuka sangatlah provokatif'.


(FJR)


Strategi AS Tandingi Tiongkok di Afrika

Strategi AS Tandingi Tiongkok di Afrika

21 minutes Ago

Amerika Serikat mengumumkan strategi baru untuk Afrika, benua yang belakangan banyak dirangkul…

BERITA LAINNYA