Rusia Anggap Tes Rudal Korut Tindakan Provokatif

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 29 Nov 2017 18:03 WIB
rudal korut
Rusia Anggap Tes Rudal Korut Tindakan Provokatif
Rudal Korea Utara, Hwasong-14 saat diuji pada 28 Juli 2017 lalu (Foto: AFP).

Moskow: Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa tes rudal yang dilakukan Korea Utara (Korut) merupakan tindakan yang sangat provokatif. Karena itu, Rusia mengecam tindakan yang malah meningkatkan tensi di Semenanjung Korea tersebut.
 
 
"Uji coba rudal yang terakhir dilakukan Korut merupakan sebuah tindakan provokatif yang dapat menambah ketegangan di Semenanjung Korea," ujar Peskov lewat pernyataannya, seperti dilansir dari laman AFP, Rabu, 29 November 2017.
 
"Rusia mengencam peluncuran rudal kali ini dan berharap semua pihak terkait untuk tetap tenang," imbuhnya.
 
Pemimpin Korut Kim Jong-un, mengklaim negaranya telah mencapai kekuatan penuh nuklir. Dia menambahkan, dengan kekuatan tersebut, mereka siap menyerang Amerika Serikat (AS) kapan pun. Pernyataan ini mengikuti peluncuran terbaru rudal balistik antarbenua (ICBM).
 
Tindakannya ini mendapat kecaman dari berbagai negara, tak hanya Rusia, namun juga Jepang, AS hingga Indonesia.
 
 
Tindakan ini sudah bertentangan dengan semua resolusi DK PBB. Jadi, intinya posisi kita seperti itu," kata Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan.
 
Rudal balistik antarbenua Korut diluncurkan hari ini sekitar pukul 18.17 GMT atau dini hari waktu Indonesia. Rudal ini mengarah ke Zona Ekonomi Eksklusif Jepang dan membuat Negara Matahari Terbit itu berang.
 
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menegaskan tindakan provokatif Korut yang sudah berulang kali mengarah ke Laut Jepang.
 
Sebelumnya, Jepang telah melacak dan menerima sinyal radio bahwa Korut sedang mempersiapkan peluncuran uji coba rudal berikutnya.



(FJR)