RI Tegaskan Inisiatif Kepemimpinan Isu Kelautan di Our Ocean Conference

   •    Sabtu, 07 Oct 2017 21:29 WIB
maritim dan kelautan
RI Tegaskan Inisiatif Kepemimpinan Isu Kelautan di Our Ocean Conference
Our Ocean Conference di Malta, 5-6 Oktober 2017. (Foto: Biro Informasi dan Hukum Kemenko Bidang Kemaritiman)

Metrotvnews.com, Malta: Pemerintah Indonesia terus menunjukkan keseriusan dalam menangani beragam permasalahan di sektor kelautan. Salah satu yang dilakukan adalah keterlibatan dalam Our Ocean Conference yang diselenggarakan Uni Eropa di Malta pada 5-6 Oktober 2017. 

Konferensi yang diselenggarakan sejak tahun 2014 itu ditujukan untuk mengundang para pemimpin dunia. Tujuannya, untuk merespons dan mendorong komitmen para pejabat tinggi negara agar bekerja sama membuat inovasi di sektor kelautan. 

Dalam konferensi tahun ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi dan Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno hadir dan bebicara di hari kedua. Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi mengundang semua peserta konferensi untuk datang ke Our Ocean Conference tahun depan di Indonesia.

"Dengan bangga kami menyambut Anda semua untuk hadir dalam konferensi berikutnya di Pulau Dewata Bali,” ujarnya kepada hadirin setelah sebelumnya memutarkan video pendek tentang upaya-upaya yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menangani IUUF (Illegal, Unreported, Unregulated Fishing), sampah laut, serta dampak pemanasan global terhadap laut. 

Pada kesempatan yang sama, Havas menyampaikan pidato dalam diskusi panel tingkat tinggi bersama empat panelis lainnya dan dimoderatori Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry sekaligus inisiator Our Ocean Conference. Dalam pidatonya, Havas menegaskan komitmen dan inisiatif kepemimpinan Indonesia untuk menangani permasalahan kelautan. 

"Sebagai negara  kepulauan terbesar di dunia, kami juga mengalami masalah yang sama dengan negara pulau lain akibat dari perubahan iklim,” tutur Havas.


Arif Havas Oegroseno. (Foto: Biro Informasi dan Hukum Kemenko Bidang Kemaritiman)

Indonesia, lanjutnya, kehilangan hampir 30 ribu hektare dataran pesisir karena naiknya permukaan laut. Oleh karena itu, Havas menawarkan kerja sama dalam bentuk tukar menukar informasi dan pengalaman dengan negara pulau lainnya, baik besar maupun kecil, untuk menangani efek perubahan iklim. 

"Dalam konteks ini, Pemerintah Indonesia berkeinginan membentuk sebuah forum negara kepulauan dan negara pulau yang bertemu secara rutin untuk bekerja sama dalam praktik penanganan dampak perubahan iklim, deteksi dini tsunami dan penanganan pascabencana," tegas mantan Dubes RI untuk Belgia itu. 

Sebelum berbicara dalam diskusi panel, Havas mengatakan telah bertemu Presiden Palau Tommy Remengsau tentang gagasan pembentukan forum negara kepulauan dan negara pulau. 

"Beliau setuju dengan ide pembentukan forum itu (negara kepulauan dan negara pulau), dan kita akan mengadakan pertemuan persiapan pada tanggal 21-22 November tahun ini,” jelas dia.


(WIL)