Inggris Usulkan Larangan Ketat Perdagangan Gading Gajah

Arpan Rahman    •    Sabtu, 07 Oct 2017 11:31 WIB
satwa
Inggris Usulkan Larangan Ketat Perdagangan Gading Gajah
Sejumlah gading gajah yang disita otoritas Hong Kong, 6 Juli 2017. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Metrotvnews.com, London: Larangan penjualan gading gajah di Inggris akan diperiksa lebih lanjut oleh pemerintah, yang merupakan kemenangan bagi kampanye Duke of Cambridge dalam menghentikan perdagangan dari satwa liar yang terancam punah.

Pemeriksaan akan meliputi semua jenis perdagangan gading gajah. Pengecualian akan diberikan dalam penjualan antarmuseum, untuk dijadikan alat musik, barang-barang yang mengadung gading dalam jumlah kecil, dan benda sejarah, budaya, atau yang bernilai artistik.

Penjualan gading mentah dari gajah segala umur dilarang di Inggris. Sementara benda-benda dari gading gajah yang dibuat setelah 3 Maret 1947 dapat dijual dengan sertifikat. 

Perluasan larangan untuk benda-benda antik yang terbuat dari gading telah diusulkan para konservasionis di Inggris. Mereka mengatakan benda antik semacam itu sering digunakan pemburu liar sebagai kamuflase dalam mencuri gading dari gajah mati di Afrika.

"Gading tidak boleh dipandang sebagai komoditas untuk keuntungan finansial atau simbol status -- jadi kami ingin melarang penjualannya. Rencana ini akan menempatkan Inggris di garda terdepan, dan pusat upaya global dalam mengakhiri perdagangan ilegal gading," ujar Menteri Lingkungan Inggris Michael Gove, seperti disitat Telegraph, Jumat 6 Oktober 2017.

Inggris diyakini sebagai salah satu eksportir barang-barang yang terbuat dari gading, mulai patung hingga bola biliar.

Charlie Mayhew, CEO Tusk, badan amal konservasi di mana Pangeran William menjadi pelindungnya, mengatakan bahwa kelompok tersebut "menyambut baik" langkah pemerintah.

"Ini kabar baik, perdagangan harus diakhiri di mana pedagang gading modern memanfaatkan perdagangan gading saat ini sebagai kamuflase dan saya pikir ini juga akan disambut oleh masyarakat," katanya.


(WIL)