Jaksa Spanyol Tuntut Pemimpin Catalan atas Tuduhan Pemberontakan

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 31 Oct 2017 03:19 WIB
referendum catalunya
Jaksa Spanyol Tuntut Pemimpin Catalan atas Tuduhan Pemberontakan
Presiden Catalonia Carles Puigdemont. (Foto: AFP/Eddy Kelele).

Metrotvnews.com, Spanyol: Jaksa Spanyol menuntut pemimpin Catalan atas tuduhan pemberontakan, penghasutan, dan penyalahgunaan dana publik. Tuntutan kemerdekaan membuat kawasan itu menghadapi kekacauan politik.

Jaksa penuntut Spanyol, Jose Manuel Maza mengatakan sejumlah tokoh besar Catalan termasuk Presiden Carles Puigdemont yang pemerintahannya digulingkan oleh Pemerintah Spanyol akan menghadapi pengadilan lantaran Parlemen Catalan mendeklarasikan kemerdekaannnya secara sepihak. 

Para pemimpim Catalan itu bisa dituntut hukuman penjara yang cukup panjang. Aturan hukum Spanyol bahwa pemberontakan, penghasutan, dan penyalahgunaan dana publilk bisa terancam hukuman 15-30 tahun penjara.

(Baca juga: Spanyol Resmi Ambil Kendali Pemerintahan Daerah Catalunya)

Media-media Spanyol melaporkan, Puigdemont bersama beberapa anggota pemerintahannya yang telah dipecat telah meninggalkan Spanyol menuju Belgia. Juru bicaranya mengatakan kepada CNN tak tahu keberadaannya.

Menteri Imigrasi Belgia Theo Francken mengatakan, negaranya akan mempertimbangkan jika Puigdemont mengajukan suaka poltik. 

Senin pagi, Puigdemont tidak menghadiri pertemuan Partai Demokratik Catalan Eropa di Barcelona. Dirinya juga tak terlihat di pusat pemerintahan Catalan.

Jaksa Spanyol menyatakan bahwa para pemimpin Catalan telah menciptakan krisis institusional pascadeklarasi kemerdekaan Catalan secara sepihak dengan mengabaikan konstitusi Spanyol. 


(HUS)