Rusia Desak AS Tidak Lakukan Kekerasan terhadap Korut

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 31 Aug 2017 19:13 WIB
rudal korut
Rusia Desak AS Tidak Lakukan Kekerasan terhadap Korut
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Moskow: Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mendesak Amerika Serikat (AS) untuk tidak melakukan kekerasan kepada Korea Utara (Korut). Hal tersebut disampaikan saat Lavrov menelepon Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson.

Lavrov menggarisbawahi bahwa AS harus menahan diri jika berniat melakukan langkah militer pada Pyongyang, terkait uji coba misil yang dilakukannya awal pekan ini.

"Rusia menggarisbawahi pentingnya menahan diri dari langkah militer yang bisa menimbulkan konsekuensi tak terduga," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia lewat keterangan tertulisnya, seperti dilaporkan AFP, Kamis, 31 Agustus 2017.

Diplomat Rusia itu menuturkan bahwa penguatan sanksi terhadap Korut dapat berujung konsekuensi berbahaya. Hal ini terbukti dengan apa yang terjadi pada Jepang, ketika sebuah rudal balistik melintas di Hokkaido. 

Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un mengklaim negaranya bakal meluncurkan lebih banyak lagi rudal di masa mendatang.

Pernyataan Kim dilontarkan ketika nada ancaman datang dari Amerika Serikat (AS) dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Korut sendiri telah menjalankan uji coba misil jarak menengah Hwasong-12 pada Selasa 29 Agustus.

"Api dan Kemarahan"

Sepekan terakhir ini, Korut mengancam akan mengirim rudal ke wilayah Guam yang merupakan tempat berdirinya instalasi militer AS. Ancaman dari Korut bukan tanpa alasan, karena sebelumnya Presiden AS Donald Trump telah mengecam Korut, bahwa jika melanjutkan program nuklir, maka Pyongyang akan dilanda "api dan kemarahan."

Pada Selasa 29 Agustus pukul 05.57 pagi, waktu Korea Utara (Korut) melepaskan tembakan rudal balistik antar benua (ICBM). Rudal melintas ke wilayah utara Jepang.
 
Sontak, apa yang dilakukan Korut ini memicu rentetan kecaman terhadap Korut. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyebut tindakan Korut itu sangat memalukan.
 
Rudal ini mampu terbang hingga jarak 2.700 kilometer (km) dan menggapai ketinggian maksimum 550 km. AS di lain pihak menyebutkan rudal yang jatuh di utara Jepang itu, bukan merupakan ancaman langsung terhadap Negeri Paman Sam dan pangkalan militernya di Guam.

 


(WIL)