Berangkat ke Jerman, Macron Serukan Reformasi Uni Eropa

Arpan Rahman    •    Senin, 15 May 2017 16:18 WIB
politik prancis
Berangkat ke Jerman, Macron Serukan Reformasi Uni Eropa
Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP/TOBIAS SCHWARZ/AFP)

Metrotvnews.com, Paris: Emmanuel Macron melakukan lawatan internasional pertamanya guna mencoba membujuk Jerman membangun anggaran zona euro yang sama, sehari sesudah dilantik sebagai presiden termuda Prancis.

Seperti dikutip Telegraph, Senin 15 Mei 2017, dia juga berharap dapat mendiskusikan rencana Buy European Act, meningkatkan pertahanan Eropa, dan investasi Jerman buat meningkatkan pertumbuhan UE.

Namun, Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengingatkan bahwa Macron jangan terlalu berharap Jerman akan mengeluarkan sebagian anggaran nasional demi meningkatkan pemulihan perekonomian Prancis.

Macron, pria berusia 39 tahun, yang berjanji "mereformasi dan meluncurkan kembali" Eropa, telah dilantik menjadi presiden Prancis kedelapan pada Minggu 14 Mei 2017, dalam sebuah upacara pelantikan di Istana Elysee. Ia didampingi istrinya, keluarga, dan 300 pejabat tinggi.

Menjanjikan mengembalikan kepercayaan diri Prancis yang lesu, dia berulang kali menggarisbawahi pentingnya posisi Prancis di UE "yang melindungi dan memungkinkan kita memproyeksikan nilai-nilai kita di dunia". Namun, ia menambahkan, blok beranggotakan 28 negara itu harus "direformasi dan diluncurkan kembali."

"Kita akan membutuhkan Eropa yang lebih efisien, demokratis dan politis, karena ini menjadi instrumen kekuatan dan kedaulatan kita," tegas Macron dalam sebuah pidato di Salle des Fetes.

Politikus moderat dan mantan menteri ekonomi serta bankir sentral tersebut berhasil menang dalam pilpres pada 7 Mei dengan mengalahkan ekstrem kanan Marine Le Pen. 

Semasa kampanye, Le Pen bertekad menarik Prancis keluar dari Uni Eropa. 

Kanselir memuji terpilihnya Macron sebagai peristiwa "spektakuler" dan "kemenangan bagi Eropa yang kuat dan bersatu."



(WIL)