PM May Kejutkan Inggris Lewat Seruan Pemilu Lebih Awal

Willy Haryono    •    Selasa, 18 Apr 2017 18:58 WIB
politik inggris
PM May Kejutkan Inggris Lewat Seruan Pemilu Lebih Awal
PM Theresa May berbicara mengenai Brexit di depan parlemen Inggris di London, 29 Maret 2017. (Foto: CNN)

Metrotvnews.com, London: Perdana Menteri Theresa May mengejutkan masyarakat Inggris lewat seruannya untuk menggelar pemilihan umum lebih awal dari jadwal sebelumnya (snap election) pada 8 Juni 2017 mendatang. 

Langkah tak terduga ini diduga sebagai upaya May memperkuat posisinya di tengah proses negosiasi Brexit yang akan memakan waktu hingga dua tahun ke depan. 

May telah berulang kali menegaskan tidak akan menyerukan pemilu lebih awal. Pada 20 Maret, juru bicaranya juga menegaskan hal serupa. 

Namun dalam pernyataan yang mengejutkan pada Selasa 18 April 2017, May mengatakan pemilu "adalah satu-satunya cara memastikan stabilitas dan kepastian untuk tahun-tahun ke depan" seiring negosiasi Inggris dalam menarik diri dari Uni eeropa. 

Seperti dikutip TIME, May mengaku dengan berat hati mengumumkan seruannya tersebut. 

Bagi May, pemilu adalah kesempatan mengakhiri perbedaan sikap di jajaran pemerintahan Inggris atas negosiasi Brexit. Jika oposisi pemerintah gagal menyatukan sikap, maka May khawatir hal tersebut akan "melemahkan posisi negosiasi Inggris" dengan Uni Eropa.

"Kita membutuhkan pemilu, dan kita membutuhkannya sekarang," tegas May. "Karena saat ini kita memiliki kesempatan satu kali seumur hidup untuk menyelesaikan semuanya."

Sejumlah jajak pendapat mengindikasikan May akan menang mudah jika pemilu jadi digelar lebih awal. Survei yang dirilis pada akhir pekan kemarin menempatkan Partai Konservatif memimpin 21 poin dari Partai Buruh yang merupakan oposisi.

Menyerukan pemilu lebih awal bukan perkara mudah. Snap election baru dapat digelar lewat kesepakatan mayoritas parlemen berdasarkan aturan yang dibuat di masa kepemimpinan David Cameron. Dua per tiga anggota parlemen, atau sekitar 434 dari 650, harus satu suara agar pemilu lebih awal dapat dilaksanakan. 

Partai May saat ini hanya memiliki 330 kursi. Itu artinya, dia perlu meyakinkan lebih dari 100 anggota parlemen dari partai oposisi untuk mendukung pemilu lebih awal.


(WIL)