Pasukan Inggris Tiba di Estonia, Hadang Agresi Rusia

Arpan Rahman    •    Sabtu, 18 Mar 2017 15:11 WIB
estonia
Pasukan Inggris Tiba di Estonia, Hadang Agresi Rusia
Pasukan Inggris tiba di pangkalan udara militer Amari di Estonia (Foto: Reuters).

Metrotvnews.com, Tallinn: Pasukan Inggris telah tiba di Estonia sebagai bagian dari misi besar-besaran NATO ke sejumlah negara Baltik demi menghadang agresi Rusia.
 
Sebanyak 120 tentara dari Batalyon ke-5 The Rifles mendarat di pangkalan udara Amari, Jumat 17 Maret. Lokasinya berjarak sekitar 40 kilometer barat laut dari Ibu Kota Tallinn.
 
Pasukan disambut oleh Menteri Pertahanan Estonia Margus Tsahkna pada saat kedatangan mereka dari pesawat Angkatan Udara Inggris (RAF) Brize Norton.
 
Delapan ratus tentara Inggris yang dikerahkan akan ditempatkan di negara itu sebagai bagian dari salah satu unjuk kekuatan terbesar ke Eropa Timur dalam beberapa dekade terakhir.
 
Kelompok pertama akan mendirikan markas Inggris di negara ini sebelum sisanya terjun, bulan depan.
 
Mereka akan bekerja bersama pasukan Prancis dan Denmark buat "menyediakan tandingan, pertahanan, dan kemampuan berperang untuk membela sekutu NATO kami dan mencegah segala bentuk aktivitas bermusuhan terhadap Sekutu", kata Menhan Tsahkna, seperti dikutip Telegraph, Sabtu 18 Maret 2017.
 
Inggris mengambil peran utama dalam Pasukan Tempur Estonia, sementara negara-negara lain mengerahkan pasukan ke Latvia, Lithuania, dan Polandia sebagai bagian dari operasi peningkatkan berlanjut kehadiran (EFP) batalion NATO.
 
Sekitar 300 kendaraan perang Inggris juga sudah meninggalkan Inggris, pekan ini, diangkut feri menuju Estonia, termasuk armada tank Challenger 2, kendaraan tempur prajurit infanteri, dan senjata artileri yang bergerak otomatis AS90.
 
Inggris dan Estonia memiliki sejarah panjang pertahanan kerjasama. Pada November 1918, skuadron Angkatan Laut Inggris dikerahkan ke wilayah tersebut guna mendukung kemerdekaan negara-negara Baltik.
 
Sir Michael Fallon, Menteri Pertahanan Inggris, berkata: "Dalam menghadapi keangkuhan Rusia yang semakin mencolok, NATO meningkatkan komitmennya untuk menegakkan pertahanan kolektif."
 
"Pasukan Inggris akan memainkan peran utama di Estonia dan mendukung sekutu Amerika Serikat (AS) kita di Polandia, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk membela NATO," imbuhnya.
 
"Anggaran pertahanan kita meningkat, berarti kita dapat mendukung penyebaran pasukan dalam jangka panjang dan memperkuat komitmen kita menjaga keamanan Eropa," tuturnya.
 
Letnan Kolonel Mark Wilson, Komandan Batalyon ke-5 The Rifles, mengatakan: "Inggris dan Estonia memiliki sejarah panjang dan bangga bekerja sama, termasuk di Afghanistan, sehingga suatu kehormatan memimpin The Rifles ke-5 dalam penyebaran ini sebagai bagian dari EFP NATO."
 
"Pasukan saya berharap agar kembali bekerja, berlatih, dan berolahraga bersama rekan-rekan Estonia mereka," cetusnya.
 
Pengerahan ini muncul ketika Presiden Donald Trump menegaskan kembali "dukungan kuat" AS bagi NATO dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.
 
Namun, Presiden AS juga menegaskan kembali sikapnya bahwa sekutu NATO harus "membalas mereka secara adil" untuk biaya pertahanan. Trump mengatakan, banyak negara berutang "sejumlah besar uang" namun dirinya menolak mengidentifikasi Jerman sebagai salah satu negara tersebut.
 
Sebelum pelantikannya, Trump menyatakan NATO "kuno" tapi sejak itu dia berubah pikiran, sembari mengatakan para pemimpin Eropa, termasuk Perdana Menteri Theresa May, merupakan aliansi yang tetap penting dan strategis.

(FJR)