Coba Dialog dengan Spanyol, Catalonia Tunda Kemerdekaan

Sonya Michaella    •    Rabu, 11 Oct 2017 09:09 WIB
referendum catalonia
Coba Dialog dengan Spanyol, Catalonia Tunda Kemerdekaan
Presiden separatis Catalonia, Carles Puigdemont. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Barcelona: Presiden Catalonia, Carles Puigdemont mengusulkan agar Parlemen menunda pengumuman kemerdekaan Catalonia agar bisa berdialog dengan Spanyol.

"Saya mengusulkan menunda deklarasi kemerdekaan ini untuk memulai dialog dalam beberapa pekan mendatang," kata Puigdemont, seperti dikutip AFP, Rabu 11 Oktober 2017.

Ia menyatakan bahwa dirinya menerima keinginan rakyat Catalonia untuk merdeka dari Spanyol. Mandat rakyat inilah yang akan menjadikan Catalonia sebuah republik terpisah dari Spanyol.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Spanyol menolak keras deklarasi kemerdekaan secara sepihak yang digaungkan Puigdemont. Spanyol juga menolak membuka dialog dengan Puigdemont.

"Tidak dapat diterima untuk mendeklarasikan kemerdekaan sepihak dan menangguhkannya sendiri," ujar seorang juru bicara pemerintah pusat.

Pasalnya, meski hasil referendum menunjukkan dukungan 90 persen suara memilih Catalonia 'bercerai' dari Spanyol, ternyata hanya 43 warga yang ikut memilih dalam pemungutan suara tersebut.

Disebut-sebut pula, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mempertimbangkan untuk mengambil langkah untuk membubarkan parlemen Catalonia jika wilayah itu terus menuntut kemerdekaan.

Sementara itu, ratusan ribu warga Spanyol berkumpul dan demo menolak upaya 'perceraian' Catalonia dari Spanyol, pada Senin kemarin.

Warga yang diperkirakan mencapai 350 ribu orang tersebut melambaikan bendera Spanyol dan Catalonia dan bertuliskan "Catalonia adalah Spanyol" serta "Bersama Kita Lebih Kuat".

Tidak hanya di Barcelona, demo juga digelar di 50 kota lainnya, termasuk ibu kota Madrid. Ribuan orang mengenakan baju warna putih berkumpul dan membawa spanduk seruan perdamaian dan dialog antara pemerintah pusat dan Catalonia.

 


(FJR)