Ribuan Korban Gempa Italia Bermalam di Mobil dan Tenda

Arpan Rahman    •    Senin, 31 Oct 2016 12:49 WIB
gempa italia
Ribuan Korban Gempa Italia Bermalam di Mobil dan Tenda
Warga bermalam di mobil dan tempat penampungan sementara usai terjadinya gempa 6,6 SR di Norcia, Italia, 30 Oktober 2016. (Foto: AFP/FILIPPO MONTEFORTE)

Metrotvnews.com, Norcia: Ribuan orang di wilayah pusat Italia menghabiskan malam di mobil, tenda, dan penampungan sementara setelah terjadinya gempa keempat di daerah itu sejak tiga bulan terakhir.

Gempa berkekuatan 6,6 skala Richter -- gempa terkuat di Italia dalam beberapa dekade -- melanda di dekat daerah gempa sebelumnya di mana hampir 300 korban tewas pada Agustus silam. Gempa terbaru tidak menelan korban jiwa, namun membuat sekitar 20 orang terluka.

Di kota Norcia, di wilayah Perugia, dekat dengan pusat gempa Minggu 30 Oktober pagi, beberapa warga memutuskan tetap tinggal di rumah mereka. Banyak orang lain menghabiskan malam di tenda-tenda yang didirikan di sekitar kota atau menerima tawaran pihak berwenang untuk menempati penampungan di Pantai Adriatik.

"Ini akan menjadi malam yang susah. Sebuah gempa 6,5 jelas telah mengubah situasi," kata kepala Pertahanan Sipil Italia, Fabrizio Curcio seperti dikutip BBC, Senin (31/10/2016). 

Warga Norcia, Stefano Boldrini, yang kini tinggal di sebuah van dengan putrinya delapan tahun, ditanya apakah mereka berencana untuk tetap tinggal di daerah itu.

"Tidak, bagaimana kami bisa? Tidak ada sekolah lagi, atau gereja, atau kantor polisi. Tidak apa-apa lagi di sini," katanya.

Basilika peninggalan abad pertengahan St Benediktus di Norcia merupakan satu dari banyak bangunan bersejarah dan struktur yang hancur akibat gempat terbaru.



Evakuasi Dini

Upaya evakuasi dari berbagai bangunan di Italia tengah yang dianggap rentan terhadap aktivitas seismik, menyusul gempa susulan yang kuat sejak Agustus, mungkin telah menghindari jatuhnya korban jiwa. Otoritas sempat mengatakan, tiga orang diselamatkan dari reruntuhan bangunan di kota Tolentino.

Giuseppe Pezzanesi, Wali Kota Tolentino, mengatakan wilayahnya telah "menderita hari terburuk yang belum pernah kami alami."

"Kerusakan dapat diperbaiki. Ada ribuan orang di jalan-jalan, ketakutan, menangis. Mari kita berharap dapat mengakhiri penderitaan ini, orang-orang putus asa secara psikologis," imbuhnya.

Kota Castelsantangelo dan Preci juga mengalami kerusakan cukup parah. Tetapi sebagian besar kawasan sudah ditinggalkan warga setelah gempa pekan lalu, berskala 5,5 dan 6,1 SR.

Wali Kota Castelsantangelo, seperti dikutip surat kabar La Stampa, mengatakan tidak ada korban sama sekali di kota itu lantaran "semua orang sudah mengungsi." Wali Kota Ussita dan Arquata melaporkan banyak bangunan juga telah ambruk di sana.

Getaran dari gempa terbaru ini pun dirasakan di Roma. Otoritas terpaksa menghentikan aktivitas stasiun kereta Metro, mulai Roma hingga ke Venesia di utara.

 


(WIL)