Rusia Sebut Sanksi AS sebagai Bentuk Kebijakan Berbahaya

Fajar Nugraha    •    Kamis, 03 Aug 2017 12:58 WIB
as-rusia
Rusia Sebut Sanksi AS sebagai Bentuk Kebijakan Berbahaya
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT G20, Jerman. (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Moskow: Kementerian Luar Negeri Rusia memberikan tanggapan atas sanksi baru yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap Negeri Beruang Merah.

(Baca: PM Rusia: RUU Sanksi AS Perlihatkan Kelemahan Trump).
 
Menurut pihak Kemenlu Rusia, rancangan undang-undang sanksi terhadap Rusia yang akhirnya disahkan menjadi undang-undang ini, menunjukkan sikap berbahaya dan kebijakan yang didasarkan atas penilaian pendek.
 
"Sanksi terhadap Rusia membuat stabilitas dunia terancam. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan tindakan keras atas hak untuk merespons," tegas pihak Kemenlu Rusia, seperti dikutip AFP, Kamis 3 Agustus 2017.
 
Adapun UU sanksi baru yang ditandatangani Presiden Donald Trump, diyakini ditandatangani di bawa tekanan. Hal itu disebabkan karena mayoritas Kongres menyetujui aturan sanksi tersebut.
 
 
Sanksi ini terkait dengan sektor energi dan pertahanan Rusia, serta mencakup sanksi baru terhadap Iran dan Korea Utara. Dalam sebuah pernyataan, Trump justru mengungkapkan keraguannya tentang RUU tersebut.
 
"RUU itu benar-benar cacat, terutama karena melanggar otoritas eksekutif untuk dinegosiasikan," tutur Trump.
 
Trump beranggapan, RUU ini membuat AS sulit untuk melakukan kesepakatan yang baik untuk rakyat Amerika, dan mendorong Rusia, China dan Korea Utara lebih dekat lagi.

 


 


(FJR)