Penembakan di Paris, Tiga Capres Prancis Batalkan Kampanye

Willy Haryono    •    Jumat, 21 Apr 2017 07:44 WIB
penembakan parispemilu prancis
Penembakan di Paris, Tiga Capres Prancis Batalkan Kampanye
Capres Marine Le Pen (kiri) dan Francois Fillon dalam program saluran televisi France 2. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Paris: Tiga kandidat pemilihan umum presiden Prancis membatalkan acara di hari terakhir masa kampanye putaran pertama setelah terjadinya penembakan di Champs Elysees yang menewaskan satu polisi dan melukai dua lainnya, Kamis 20 April 2017. 

Tokoh sayap kanan Marine Le Pen, mantan perdana menteri Francois Fillon dan capres Sosialis Benoit Hamon membatalkan pertemuan yang telah dijadwalkan menjelang pilpres pada 23 April 2017. 

Seperti dikutip Guardian, kandidat lainnya merespons penembakan dengan menunjukkan rasa simpati kepada keluarga korban tewas dan luka. 

Senjata mesin digunakan untuk menembaki polisi, (itu) senjata perang," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Pierre-Henry Brandet, kepada para wartawan.

Brandet mengatakan penembakan terjadi tak lama setelah pukul 21.00 waktu setempat ketika sebuah mobil berhenti di samping sebuah mobil polisi. Seorang sumber di kepolisian mengatakan tembakan juga terjadi di lokasi lainnya di dekat tempat insiden.

Ketegangan meningkat di seantero Prancis, yang berada dalam siaga penuh sejak aksi teror pada November 2015, setelah penangkapan dua terduga ekstremis di Marseille di hari Selasa kemarin. Keduanya diyakini hendak melancarkan serangan teror dalam waktu dekat untuk mengganggu pilpres. 

Dengan hanya dua hari lagi menjelang pilpres, penembakan di Champ Elysees akan berimbas pada rasa aman di tengah masyarakat Prancis, bukan hanya yang tinggal di ibu kota Paris. 

Terorisme dan keamanan menjadi kekhawatiran utama di kalangan masyarakat Prancis, meski pengangguran dan anggaran negara merupakan hal yang lebih perlu disoroti. 

Namun sejumlah pengamat menilai prioritas Prancis bisa berubah jika terjadi serangkaian aksi teror.



(WIL)