Sebut Assad Barbar, Menlu Inggris Bela Serangan ke Suriah

Willy Haryono    •    Minggu, 15 Apr 2018 19:00 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Sebut Assad Barbar, Menlu Inggris Bela Serangan ke Suriah
Menlu Inggris Boris Johnson dalam sebuah sesi parlemen di London, 27 Maret 2018. (Foto: AFP/PRU)

London: Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson membela aksi negaranya yang melancarkan serangan bersama Amerika Serikat dan Prancis ke Suriah. Ia menegaskan Inggris memiliki tugas untuk menunjukkan bahwa Suriah tidak bisa lepas tanggung jawab usai menggunakan senjata kimia. 

Koalisi Barat menyerang Suriah pada 14 April 2018, sepekan usai terjadinya dugaan serangan kimia di Douma yang menewaskan sedikitnya 40 orang. 

Menulis di media Sunday Telegraph, Minggu 15 April 2018, Johnson berkukuh serangan udara di Suriah hanya bertujuan menyampaikan pesan bahwa penggunaan senjata kimia tidak dapat diberikan toleransi. 

"Serangan presisi yang dilakukan secara hati-hati tidak bertujuan mengganggu tujuan strategis Rusia," ujar Johnson. Rusia merupakan sekutu Suriah yang mengecam serangan koalisi Barat. 

"Ini tidak merepresentasikan eskalasi besar terhadap keterlibatan Inggris atau Barat di Suriah -- dan kita harus berani jujur mengenai hal tersebut," lanjut dia. 

Serangan Inggris ke Suriah memicu kecaman dari dalam negeri. Kubu oposisi mengecam Perdana Menteri Theresa May yang melancarkan serangan tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan parlemen. 

Baca: Serang Suriah Tanpa Persetujuan, PM Inggris Dikecam

"Dalam mengurangi kapabilitas senjata kimia Assad, kami bertekad melakukan apa yang kami bisa untuk melindungi rakyatnya dari bentuk kekejaman seperti itu," sebut Johnson, merujuk pada Presiden Suriah Bashar al-Assad. 

"Kita mungkin tidak mengakhiri tindakan barbar (Assad) -- tapi kami menginformasikan kepada dunia bahwa ada satu tipe barbarisme yang dilarang dan pantas dilarang," tambah dia.

 


(WIL)