Mantan Presiden Georgia Dideportasi dari Ukraina

Arpan Rahman    •    Selasa, 13 Feb 2018 13:51 WIB
ukrainageorgia
Mantan Presiden Georgia Dideportasi dari Ukraina
Mantan presiden Georgia Mikheil Saakashvili. (Foto: AFP/SERGEI SUPINSKY)

Kiev: Mantan presiden Georgia Mikheil Saakashvili telah dideportasi dari Ukraina ke Polandia. Deportasi dilakukan menyusul penangkapannya oleh petugas dinas perbatasan bersenjata di Kiev.

Layanan perbatasan Polandia mengonfirmasi telah menerima Saakashvili, kritikus keras pemerintah Ukraina. Warsawa sudah setuju untuk mengizinkannya masuk.

"Orang ini berada di wilayah Ukraina secara ilegal, dan oleh karena itu, sesuai dengan semua prosedur hukum, dia dikembalikan ke negara asal dia datang," uca[ juru bicara layanan perbatasan Ukraina, Oleh Slobodyan, dalam sebuah tulisan di Facebook.

Deportasi menandai fase terbaru dalam konfrontasi politik Saakashvili melawan Presiden Ukraina, Petro Poroshenko.

"Poroshenko bukanlah presiden atau seorang pria sejati," kata Saakashvili kepada para pendukungnya melalui telepon dari Warsawa. "Dia adalah pedagang licik yang ingin merusak Ukraina. Ini menunjukkan betapa lemahnya mereka. Kita akan menang dengan pasti," bubuhnya seperti disitir Guardian, Selasa 13 Februari 2018.

Rekaman video yang diunggah ke laman Facebook Saakashvili memperlihatkan dirinya diseret dari sebuah restoran di pusat kota Kiev oleh sekelompok pria berseragam hijau. 

"Dia diculik oleh sekelompok pria yang menyamar di sebuah restoran dekat kantor partai kami. Mereka mendorongnya ke sebuah van putih dan pergi," kata Tetiana Barganovskaya, sekretaris pers Saakashvili. "Penculik tidak menunjukkan identifikasi apapun," imbuhnya.

Saakashvili, penggiat revolusi Maidan 2013-2014 di Ukraina, ditunjuk sebagai gubernur wilayah Odessa Ukraina pada 2015 oleh Poroshenko, kenalannya semasa studi di era Soviet di Kiev. 

Namun dia mengundurkan diri dari jabatannya pada November 2016 untuk memprotes maraknya praktek korupsi di bawah Poroshenko.


(WIL)


Jamal Khashoggi: Dunia Arab Butuh Kebebasan Berekspresi
Jurnalis Arab Saudi Menghilang

Jamal Khashoggi: Dunia Arab Butuh Kebebasan Berekspresi

34 minutes Ago

Jamal Khashoggi menginginkan warga biasa di dunia Arab mengetahui beragam peristiwa global tanpa…

BERITA LAINNYA