Rusia Prihatin Jika AS Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Dec 2017 18:47 WIB
palestinapalestina israel
Rusia Prihatin Jika AS Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem
Pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin mempertanyakan sikap AS terkait pemindahan kedubesnya (Foto: AFP).

Moskow: Rusia mengaku prihatin atas kemungkinan kemerosotan situasi jika Yerusalem, diakui sebagai ibu kota Israel oleh Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Juru Bicara Kepresidenan Dmitry Peskov menuturkan bahwa terlalu dini mengomentari keputusan yang belum dibuat.
 
"Situasinya rumit. Presiden Putin menyatakan keprihatinan tentang situasi dan kemungkinan yang akan terjadi. Namun, kami belum mau membicarakan keputusan yang belum diumumkan," ujarnya, seperti dilansir dari kantor berita Tass, Rabu, 6 Desember 2017.
 
Dia mengakui bahwa sebelumnya, isu mengenai kemerosotan situasi di Yerusalem, menjadi salah satu yang dibahas Presiden Vladimir Putin dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
 
Selama percakapan teleponnya dengan Abbas, Putin menegaskan kembali sikan berprinsip Rusia untuk mendukung dimulainya kembali perundingan langsung Palestina-Israel. Yerusalem, harus menjadi salah satu agenda yang dibicarakan oleh keduanya.
 
Status Yerusalem merupakan salah satu isu utama konflik Israel-Palestina. Israel menguasai kota bagian timur selama konflik sejak 1967. Mereka menegaskan Yerusalem sebagai ibu kota dan tidak dapat dipisahkan.
 
Sementara itu, Palestina menginginkan bagian timur Yerusalem sebagai ibu kota negara mereka.
 
Pada Selasa waktu As, pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump akan mengumumkan bahwa Pemerintah AS akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Gedung Putih mengatakan, Trump akan mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu siang waktu setempat.



(FJR)