Penguatan Perdagangan Jadi Fokus 25 Tahun Hubungan RI-Slovenia

   •    Jumat, 01 Dec 2017 19:06 WIB
indonesia-slovenia
Penguatan Perdagangan Jadi Fokus 25 Tahun Hubungan RI-Slovenia
Perayaan 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Slovenia turut dihadiri Wamenlu RI AM Fachir (Foto: KBRI Slovenia).

Ljulbljana: Hubungan diplomatik Indonesia dengan Slovenia sudah berlangsung selama 25 tahun. Kerja sama kedua negara kini diperkuat di berbagai bidang.
 
Pada 29 November 2017 KBRI Wina bekerjasama Universitas Ljulbljana dan didukung oleh Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Luar Negeri Slovenia telah menyelenggarakan peringatan 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Slovenia. Rangkaian kegiatan peringatan terdiri atas seminar akademis, diskusi panel, pameran produk ekspor Indonesia serta benda-benda seni budaya, dan ditutup dengan resepsi diplomatik yang digelar di Hotel Intercontinental, Ljubljana, Slovenia.
 
Seminar akademis yang berlangsung di  Fakultas Ilmu Sosial Universitas Ljubljana pada 29 November 2017 pagi waktu setempat mengangkat tema 'Indonesia-Slovenia Relations in the European Union and Asia Pasific Geopolitical Context: The Way Forward'.
 
Acara tersebut dibuka resmi oleh Profesor Monika Kalin Golob, Dekan Fakultas Ilmu Sosial di Universitas Ljubjana dan dihadiri oleh Matej Marn, Direktur Jenderal Kebijakan Bersama di Bidang Luar Negeri dan Keamanan dari Kementerian Luar Negeri Slovenia. 
 
"Pentingnya peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara mengingat posisi Slovenia sebagai pintu masuk wilayah Eropa Tengah dan Timur melalui pelabuhan Koper," ujar Duta Besar RI untuk Republik Slovenia, Dr. Darmansjah Djumala, dalam keterangan tertulis KBRI Slovenia, yang diterima Medcom.id, Jumat 1 Desember 2017. 
 
"Saat ini perlunya upaya untuk melibatkan generasi muda dalam peningkatan kualitas hubungan bilateral kedua negara di masa mendatang, khususnya melalui program-program misi seni budaya termasuk Darmasiswa dan Beasiswa Seni Budaya Indonesia," pungkasnya.
 
Seminar menghadirkan pembicara Dr. Anton Bebler, Profesor Emeritus dari Universitas Ljubljana, dan Dr. Arfin Sudirman  dari FISIP Universitas Padjajaran.
 
Sementara itu diskusi panel menghadirkan pembicara dari perwakilan Badan Koordinator Penanaman Modal di London dan Kamar Dagang dan Industri Slovenia. Pada kesempatan yang sama juga telah dilakukan penandatanganan kerja sama antara Universitas Lubljana dan Universitas Padjajaran di bidang kerjasama program akademis oleh dekan kedua universitas dan disaksikan oleh Duta Besar Darmansjah Djumala dan Matej Marn.
 
Dalam pameran yang berlangsung di tempat yang sama, juga telah digelar sejumlah produk ekspor unggulan dari Kota Semarang antara lain kain batik, tas kulit, pakaian jadi dan kerajinan tangan. Beberapa tur operator juga menawarkan paket wisata ke sejumlah destinasi favorit di Indonesia.


Perayaan 25 tahun hubungan diplomatik RI-Slovenia (Foto: Dok.KBRI Slovenia).
 
 
Puncak acara peringatan 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Slovenia dirayakan dengan menggelar resepsi diplomatik yang dibuka oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir, dan dihadiri oleh sekitar 150 undangan yang terdiri dari kalangan diplomatik, pejabat tinggi pemerintah Slovenia, pengusaha, akademisi dan perwakilan masyarakat Indonesia di Slovenia. 
 
Acara dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng, tari-tarian tradisional dari Indonesia dan Slovenia, serta peragaan busana karya desainer Ina Priyono yang bertajuk The Beauty of Java-Slavia. Kali ini Ina Priyono menampilkan beragam busana siap pakai dari bahan tenun dan batik yang diperagakan oleh sejumlah mahasiswa asal Slovenia. 
 
"Bagi Slovenia, Indonesia memang jauh dalam konteks jarak, namun dekat di hati," demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Ekonomi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Slovenia, Alenka Suhaldonik dalam resepsi. 
 
Ia juga menyampaikan harapan untuk pengembangan kerja sama antara kedua negara yang lebih luas, termasuk di bidang pendidikan dan seni budaya.
 
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Slovenia mulai dibuka pada tahun 1992 atau setahun setelah kemerdekaan Slovenia. Selama 25 tahun, hubungan kedua negara relatif stabil. Hingga saat ini Indonesia dan Slovenia telah menandatangani sejumlah perjanjian antara lain di bidang pembebasan visa serta kerjasama riset dan teknologi. 
 
Indonesia merupakan mitra dagang kedua terbesar Slovenia di kawasan ASEAN dengan volume perdagangan mencapai lebih dari USD100 juta atau sekitar Rp1,3 triliun dan nilai investasi mencapai USD300 ribu atau sekitar Rp4 miliar. Pada 2016, ekspor batu bara Indonesia meliputi 30 persen dari total kebutuhan energi Slovenia.

(FJR)