Uni Eropa Minta PBB Kirim Tim Pencari Fakta Kasus Rohingya

Willy Haryono    •    Jumat, 17 Mar 2017 12:43 WIB
rohingyauni eropa
Uni Eropa Minta PBB Kirim Tim Pencari Fakta Kasus Rohingya
Seorang bocah Rohingya berada di kamp pengungsi di Sitwe, Rakhine, Myanmar, 2 Maret 2017. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Brussels: Uni Eropa meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirim tim pencari fakta ke Myanmar untuk menyelidiki dugaan penyiksaan, pemerkosaan dan eksekusi oleh militer terhadap minoritas Muslim Rohingya. 

Dalam laporan PBB bulan lalu, yang terdiri dari sejumlah wawancara dengan Rohingya di Bangladesh, disebutkan bahwa militer dan polisi Myanmar melakukan pembunuhan dan pemerkosaan massal di Rakhine yang dapat diklasifikasikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan sebuah pembersihan etnis. 

Kerangka resolusi Uni Eropa, yang diserahkan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB, memperkuat dorongan untuk mengadakan penyelidikan internasional terhadap masalah Rohingya. 

Dewan HAM PBB beranggotakan 47 akan melakukan voting atas resolusi itu pada 23-24 Maret. 

Jika diadopsi, maka Dewan Ham PBB akan "segera mengerahkan tim pencari fakta independen" ke Myanmar untuk menginvestigasi dugaan sejumlah pelanggaran "dengan memastikan adanya tanggung jawab penuh dari pelaku dan keadilan bagi korban."

Sekitar 75 ribu orang telah melarikan diri dari Rakhine ke Bangladesh sejak militer Myanmar memulai operasi keamanan pada Oktober tahun lalu. Operasi Myanmar dilancarkan sebagai respons tewasnya sembilan polisi oleh terduga militan. 

Seperti dikutip Reuters, Dewan Keamanan PBB akan mendapat informasi mengenai keadaan terkini di Rakhine dalam sebuah pertemuan singkat pada Jumat 17 Maret 2017, atas permintaan dari Inggris. 

Resolusi Uni Eropa yang akan diadopsi PBB itu menyerukan pemerintahan Aung San Suu Kyi "untuk bekerja sama penuh dengan tim pencari fakta."

Sejumlah aktivis mengatakan usaha pemerintah Myanmar dalam menyelidiki dugaan pelanggaran di Rakhine tidak kredibel. 

Selama ini Myanmar membantah semua tuduhan adanya dugaan pelanggaran HAM di Rakhine. Myanmar menegaskan operasi di Rakhine murni untuk memburu militan dan ekstremis.


(WIL)

Imbas Teror Bom Manchester, Chelsea Tunda Parade Juara
Serangan Teror di Kota Manchester

Imbas Teror Bom Manchester, Chelsea Tunda Parade Juara

9 hours Ago

Untuk menghormati mereka yang menjadi korban, manajemen Chelsea akhirnya memutuskan untuk menunda…

BERITA LAINNYA