Antusiasme Warga Indonesia di Inggris dalam Nusasvara Project 2017

   •    Senin, 03 Apr 2017 10:03 WIB
indonesia-inggris
Antusiasme Warga Indonesia di Inggris dalam Nusasvara Project 2017
Ratusan warga Indonesia di Inggris menghadiri Nusasvara Project di Birmingham, 1 April 2017. (Foto: PPI-MIB/Tim Media dan Publikasi Nusasvara)

Metrotvnews.com, Birmingham: Perhimpunan Pelajar dan Masyarakat Indonesia Birmingham (PPI-MIB) menggelar acara Nusasvara Project di Birmingham, Inggris, 1 April 2017. 

Tema yang diusung adalah kerja sama antara Inggris dengan Indonesia dalam perspektif ekonomi, politik, pendidikan dan budaya pasca Brexit.

Acara dimulai pada pukul 09:30 pagi waktu setempat di University of Birmingham, dengan diawali Academic Talk yang dihadiri tiga pembicara: Prof. Dr. Endang Aminudin Aziz, M.A. PhD. dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, Dr. Nunung Nurul Hidayah selaku dosen Islamic Finance and Accounting dari Aston Business School, dan Bapak Endy Dwi Tjahjono selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London. 

Terlepas dari banyaknya ketidakpastian di masa mendatang, para pembicara berharap keputusan Brexit akan mempererat kerja sama strategis antara Indonesia dengan Inggris. Meskipun topik tersebut terbilang cukup berat, namun academic talk yang dimoderatori Herlina Yoka Roida selaku mahasiswi program doktoral dari Lancashire Business School tersebut sukses menarik perhatian mahasiswa dari kota lain, seperti London, Leicester, Nottingham, Cranfield dan Liverpool.


Academic Talk membahas situasi pasca-Brexit. (Foto: PPI-MIB/Nusasvara)

Setelah academic talk, para pembicara serta peserta acara bertolak ke University Square, tempat diadakannya Indonesia Showcase yang dihadiri hampir 500 orang. Acara kedua tersebut resmi dimulai Prof. Dr. Endang Aminudin Aziz, M.A. PhD. dengan pemukulan gong sebagai ciri khas acara Indonesia, serta dilanjutkan dengan pertunjukan musik angklung dan live band.  

Indonesia Showcase yang mengusung tema "Volunteering for Children Education in Indonesia" tidak hanya untuk kaum pemuda dan dewasa, namun juga anak-anak. Hal ini dikarenakan adanya Kids Corner untuk lomba mewarnai serta fasilitas melukis wajah untuk anak-anak. 


Kids Corner di Nusasvara Project 2017. (Foto: PPI-MIB/Nusasvara)

Ada pula booth khusus untuk menjual cenderamata khas Indonesia serta batik karya anak bangsa, yaitu "Kebaya Lence UK" yang baru-baru ini mengikuti Canada Fashion Week. Tidak ketinggalan, berbagai permainan seru pun berhasil mengundang gelak tawa para pengunjung.

Divisi Sosial Masyarakat PPI-MIB menghadirkan belasan vendor panganan Indonesia, mulai dari makanan berat seperti nasi padang, bakso malang, sate ayam, soto mie bogor, nasi campur bali, gudeg, pempek sampai cemilan seperti kue pukis, martabak, es campur, gorengan, klepon dan es cendol. 


Jajanan khas Indonesia di Nusasvara Project 2017. (Foto: PPI-MIB/Nusasvara)

Momen ini ditunggu-tunggu para pengunjung karena mereka memiliki kesempatan mengobati rasa rindu terhadap Tanah Air melalui jajanan Indonesia yang terbilang langka di Negeri Big Ben. 

Meski acara sempat diguyur hujan, antusiasme pengunjung tetap terjaga hingga akhir. Kegiatan terlaksana berkat kerja sama antara PPI-MIB dengan KBRI London, Hoshizora Foundation, PT TWC, Bank Indonesia, Indofood, dan media-media partner seperti Radio PPI Dunia, Radio PPI UK, PPI TV, RRI, The Jakarta Post, dan GNFI.


(WIL)