Pemimpin Catalonia Sebut Pidato Raja Spanyol Tak Netral

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 05 Oct 2017 12:11 WIB
referendum catalonia
Pemimpin Catalonia Sebut Pidato Raja Spanyol Tak Netral
Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Catalonia: Pemimpin Catalonia Carles Puigdemont mencemooh pidato Raja Spanyol Felipe II di televisi. Menurut dia, Raja Felipe II tidak memiliki sikap politik yang netral.

Raja Felipe menuturkan jutaan orang Catalonia merongrong konstitusi Spanyol dan dengan sengaja melanggar hukum di negara tersebut. Menurut Puigdemont, ucapan sang raja malah mengabaikan nurani jutaan warga Catalonia.

Puigdemont menyebutkan Raja malah mengikuti kebijakan nasionalis anti-Catalonia yang dikeluarkan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy.

"Ini bukan jalan yag benar. Sikap Anda telah megecewakan banyak orang Catalonia yang menganggap Anda terhormat. Konstitusi memberi Anda peran sebagai moderator, namun sayang Anda gagal menggunakannya," seru Pugdemont, seperti dikutip dari Independent, Kamis 5 Oktober 2017.

Krisis konstitusional di Spanyol dalam beberapa dasawarsa semakin memburuk. Monarki Spanyol diberi kebebasan untuk berkomentar secara langsung mengenai situasi politik di dalam maupun luar negeri, namun sebelumnya tidak pernah terjadi.

Tanggapan Puigdemont terhadap komentar Raja bahkan merupakan hal yang tidak biasa. Sang pemimpin Catalonia menyebutkan kritik yang dia berikan supaya Raja melihat betapa warganya ingin mendapat kemerdekaan.

Di tengah kritiknya, dia menghaturkan terima kasih kepada para warga Spanyol yang mendukung masyarakat Catalonia. "Terima kasih banyak kepada semua yang telah mendukung orang-orang Catalonia dalam berusaha mendapatkan hak mereka," serunya.

Beberapa saat usai Puigdemont menyampaikan kritiknya, Wakil Perdana Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamaria, menuduh pemimpin Catalonia itu kurang menghormati institusi negara. Dia menyebutkan, di luar hukum tidak ada demokrasi.

Menurutnya, Raja hanya mengekspresikan dirinya sebagai penengah konflik di negara. Dan Raja Felipe II hanya mengungkapkan harapannya pada warga Spanyol.

"Raja mengekspresikan dirinya dalam perannya sebagai simbol kesatuan dan stabilitas negara," serunya.

Beberapa hari lalu, ratusan ribu warga Catalonia menggelar unjuk rasa atas kekerasan yang dilakukan polisi saat mencegah berlangsungnya referendum, Minggu 1 Oktober lalu. Dalam unjuk rasa ini, setidaknya 900 orang dilaporkan terluka. 

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy dengan tegas menyebut referendum warga Catalonia sebagai hinaan terhadap demokrasi Spanyol.





(WIL)