'Kraken' Diusulkan Jadi Nama Senjata Nuklir Rusia

Arpan Rahman    •    Minggu, 04 Mar 2018 18:02 WIB
nuklirpolitik rusia
'Kraken' Diusulkan Jadi Nama Senjata Nuklir Rusia
Foto dari video promosi pemerintah Rusia memperlihatkan drone bawah laut bertenaga nuklir. (Foto: Kremlin/EPA)

Moskow: Hanya dalam sehari, beragam usulan dilayangkan masyarakat ke Kementerian Pertahanan Rusia untuk nama dari senjata nuklir terbaru. Salah satu usulan tersebut adalah "Kraken." 

Kraken -- monster laut raksasa dalam sejumlah cerita fiksi -- merefleksikan kekuatan dari drone bawah laut milik Rusia yang mampu meluncurkan misil berhulu ledak nuklir. Drone ini mampu bergerak tak terdeteksi ke dekat wilayah pesisir musuh. 

Selain Kraken, seperti dikutip Guardian, Sabtu 3 Maret 2018, terdapat beberapa usulan unik lainnya dalam kontes penamaan senjata nuklir. Ada yang mengusulkan senjata ini dinamakan "Sanksi," sebagai sindiran kepada negara Barat yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas aneksasi Krimea. 

Ada juga yang mengusulkan "Cair," yang juga merupakan sarkasme bahwa senjata nuklir terbaru ini mampu mencairkan ketegangan antara Rusia dengan Amerika Serikat (AS).

Terinspirasi gerakan patriotik, ada juga beberapa yang mengusulkan agar senjata nuklir ini diberi nama pahlawan Rusia, bahkan termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Berbicara pada Jumat kemarin di Kaliningrad, Putin menggembor-gemborkan mengenai senjata nuklir terbaru Rusia. Ia mengatakan teknologi drone bawah laut, misil jelajah dan antar-benua milik Negeri Beruang Merah ini sudah hampir mirip dengan yang ada di film-filim fiksi ilmiah.

"Banyak negara mencoba membuat senjata seperti ini, tapi gagal. Kami berhasil karena adanya material-material terbaru," ungkap Putin.

Seiring terus berjalannya kontes pemberian nama, otoritas Rusia menegaskan Putin tidak berniat berlomba-lomba membuat senjata dengan negara lain. Pengumuman Putin bertujuan mengingatkan AS bahwa Moskow dan Washington itu setara.

Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon menyinggung mengenai pernyataan Putin, dengan mengatakan bahwa pertahanan Negeri Paman Sam siap melindungi negara, tanpa menyebut Rusia secara spesifik.


(WIL)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

3 hours Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA