Catalonia Memanas, WNI Diimbau Waspada

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 05 Oct 2017 08:12 WIB
referendum catalonia
Catalonia Memanas, WNI Diimbau Waspada
Catalonia kian memanas usai referendum. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Madrid: Situasi di Catalonia memanas menyusul referendum kemerdekaan dari Spanyol. Sehubungan dengan situasi di sana, Kedutaan Besar RI di Madrid mengimbau para warga negara Indonesia (WNI) di sana untuk waspada dan mencari perkembangan terbaru atas situasi di Catalonia.

Dikutip dari pernyataan KBRI Madrid yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 5 Oktober 2017, pihak kedutaan telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan WNI di Barcelona.

"KBRI Madrid telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan WNI di Barcelona dan sekitarnya, kepala Konsultan Perdagangan Indonesia (ITPC) di Barcelona dan sekitarnya, ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Spanyol dan Barcelona," demikian dikutip dari keterangan tersebut.

WNI diminta waspada jika ingin bepergian ke satu tempat dan diimbau menghindari tempat-tempat ramai. WNI diharapkan bisa membuka komunikasi dengan KBRI Madrid mengenai situasi dan kondisi terkini.

KBRI Madrid juga menyediakan hotline perlindungan WNI bila ada yang membutuhkan pertolongan di nomor +34 619 31 23 80, kantor ITPC Barcelona di nomor +34 914 13 02 94, PPI Barcelona yang juga merupakan ketua PPI Spanyol, William +34 654 34 18 34.

Imbauan KBRI Madrid tersebut ditujukan bagi seluruh WNI yang ada di Spanyol, khususnya Barcelona untuk hati-hati dan waspada. "Ini peringatan dini untuk berhati-hati dan waspada."

Catalonia semakin memanas setelah referendum terjadi di wilayah tersebut. Hampir 90 persen suara menyatakan setuju untuk berpisah dengan Spanyol.

Hal ini ditentang berbagai pihak, bahkan saat referendum terjadi polisi Spanyol berusaha menggagalkan kegiatan tersebut. Akibatnya, ratusan orang terluka.

Raja Spanyol Felipe VI buka suara soal referendum di Catalunya. Dia terang-terangan mengkritik pemimpin pro-kemerdekaan wilayah tersebut.

Raja Felipe VI menuduh pemimpin Catalunya sengaja menciptkan instabilitas di Spanyol. Ia pun menyerukan agar konstitusi negara tetap dipertahankan.

Kritik raja 46 tahun ini dinilai mengejutkan Spanyol. Pasalnya, sebelumnya ia hanya mengeluarkan komentar terukur dan diplomatis soal referendum Catalunya.

Komentar Felipe VI dikeluarkan setelah ribuan warga Catalunya menggelar demo besar. Mereka menentang tindakan represif polisi untuk menghalangi referendum.

Dalam pandangan Felipe VI, tindakan pemimpin Catalunya menggelar referendum ilegal dan tidak sah.

 


(WIL)