Prancis Harap Indonesia Lebih Tegas dalam Penegakan HAM

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 08 Mar 2018 21:06 WIB
indonesia-prancis
Prancis Harap Indonesia Lebih Tegas dalam Penegakan HAM
Duta Besar Hak Asasi Manusia (HAM) Prancis Francois Croquette (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Duta Besar Hak Asasi Manusia (HAM) Prancis Francois Croquette menuturkan Indonesia harus lebih aktif untuk bekerja sama mengenai penanganan HAM.
 
Meski demikian, dari catatan Universal Periodic Review (UPR) yang diserahkan ke Dewan HAM PBB di Jenewa, dia melihat Indonesia sudah cukup baik dalam menangani isu HAM.
 
"Saya melihat di UPR, saya kira hal tersebut sangat baik bagi dunia untuk melihat apa yang sudah diperbaiki dan dikembangkan oleh Indonesia dalam penegakan HAM," ucapnya, saat ditemui di ruang rapat Institut Francais Indonesie (IFI), Jakarta, Kamis 8 Maret 2018.
 
Namun, dia menambahkan, ada beberapa kasus HAM di Indonesia yang menjadi perhatiannya. Beberapa di antaranya mengenai pernikahan sesama jenis, pernikahan anak di bawah umur dan kekerasan pada wanita.
 
Untuk kekerasan pada wanita, dia mengatakan Indonesia sudah semakin baik dalam menanganinya. Meski demikian, dia mengakui hal serupa juga terjadi di negaranya dan berbagai negara lain di belahan dunia.
 
Menyinggung mengenai pernikahan anak di bawah umur, menurut dia hal tersebut bisa diselesaikan dengan memberikan perlindungan kepada anak-anak. Dia juga meminta agar mengedukasi masyarakat mengenai usia perkawinan yang tepat.
 
"Untuk perempuan, usia perkawinan yang tepat pada 16 tahun, dan pria pada 19 tahun. Itu yang paling muda," tegasnya.
 
Karenanya, dia mengajak Indonesia, baik pemerintah maupun pegiat HAM, untuk bersama-sama aktif dalam bekerja sama menegakkan hak asasi itu. Dia yakin Indonesia bisa lebih baik dalam penegakan HAM di masa mendatang, dan Prancis siap membantu jika dibutuhkan.


(FJR)