Oposisi Boikot Pilpres Azerbaijan, Petahana Diyakini Menang

Arpan Rahman    •    Rabu, 11 Apr 2018 20:00 WIB
azerbaijan
Oposisi Boikot Pilpres Azerbaijan, Petahana Diyakini Menang
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev. (Foto: POOL/AFP/File / DENIS BALIBOUSE, DENIS BALIBOUSE)

Baku: Rakyat Azerbaijan memberikan suara mereka dalam pemilihan umum presiden, Rabu 11 April 2018. Pilpres ini diboikot oleh partai-partai oposisi utama, sehingga Presiden petahana Ilham Aliyev kemungkinan besar melanjutkan masa kekuasaannya.

Tempat pemungutan suara dibuka di berbagai titik di Azerbaijan pada 04:00 GMT. Kubu oposisi tidak mampu memberikan tantangan serius kepada Aliyev, yang sudah berkuasa selama 15 tahun.

Kubu oposisi di Azerbaijan mengatakan pilpres yang berlangsung demokratis tidak bisa dilaksanakan saat ini. Mereka menuduh otoritas Azerbaijan telah mempersiapkan pilpres yang didesain untuk memenangkan Aliyev.

Oposisi juga mengecam keputusan Aliyev untuk menggelar pilpres enam bulan lebih cepat dari jadwal. Aliyev dituduh sengaja melakukan hal ini agar oposisi tidak bisa membongkar kecurangan menjelang pemilu. 

"Semua pemilihan sebelumnya di Azerbaijan telah dipalsukan dan melanggar undang-undang. Pemilihan ini juga begitu," kata sekretaris eksekutif dari partai Republican Alternative Movement, Natig Jafarli.

Pemerintah Azerbaijan membantah tuduhan oposisi, dan bersikeras pemilu ini berlangsung bebas dan adil.

"Azerbaijan berada di jalur pembangunan demokratik yang kuat dan tidak dapat diubah. Kondisi bebas, terbuka, dan transparan telah diciptakan di Azerbaijan untuk pemilihan presiden," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Azerbaijan, Hikmet Hajiyev, kepada AFP, Rabu 11 April 2018. 

"Semua kandidat menikmati hak dan peluang yang sama," lanjut dia. 


(WIL)