Indonesia Jadi Mitra Pameran Industri Terbesar Dunia

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 02 Nov 2018 20:12 WIB
indonesia-jerman
Indonesia Jadi Mitra Pameran Industri Terbesar Dunia
Indonesia resmi menjadi mitra pameran industri dan teknologi Hannover Messe 2020. (Foto: Dok.KBRI Berlin).

Jakarta: Indonesia menjadi negara mitra penyelenggara pameran industri dan teknologi terbesar di dunia, Hannover Messe pada 2020. Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara dan Chief Executive Deutsche Messe AG, Dr. Jochen Kockler di Jakarta.
 
Penandatanganan disaksikan Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto dan Menteri Ekonomi dan Energi Jerman Peter Altmaier.
 
"Kita patut bangga, karena Indonesia adalah negara ASEAN pertama sebagai mitra penyelengara Hannover Messe. Ada lima sektor industri unggulan yang akan kita tonjolkan dalam pameran ini, yaitu industri makanan dan minuman, otomotif, tekstil dan produk tekstil, kimia, dan elektronika," kata Airlangga, dikutip dari KBRI Berlin, Jumat, 2 November 2018.
 
Penandatangan kontrak ini merupakan tindak lanjut dari pendekatan yang telah dilakukan KBRI Berlin pada saat kunjungan Menteri Airlangga ke Jerman, bulan Mei lalu.
 
Airlangga menjelaskan pameran akan berlangsung pada 20-24 April 2020. Pameran ini akan menjadi showcase untuk menunjukkan kekuatan industri Indonesia dan kemitraan strategis Indonesia-Jerman.
 
"Juga menunjukkan kekuatan kolaborasi dan sinergi industri Indonesia-Jerman. Data Kementerian Perindustrian mencatat kekuatan industri Indonesia berkontrisbusi sebesar 20 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia," imbuhnya.
 
Sementara itu, Menteri Altmaier menggarisbawahi trend positif neraca perdagangan bilateral Indonesia-Jerman. Dari data Kantor Pusat Statistik Jerman menyebutkan, surplus ekspor Indonesia ke Jerman mencapai1,2 milyar Euro dari total perdagangan bilateral, sebesar 6,5 milyar Euro pada 2018.
 
"Trend positif ini menunjukan masih banyak peluang yang terbuka bagi Indonesia dan Jerman untuk peningkatan sektor perdagangan dan begitupun untuk sektor investasi," ungkap Altmaier.
 
Kemampuan sektor industri untuk beradaptasi dengen perkembangan teknologi dipengaruhi kompetisi masa depan. Karenanya, kata Altmaier, internet dan digitalisasi dalam sektor industri menjadi sebuah keharusan.
 
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno mengatakan Hannover Messe 2020 menjadi panggung pertunjukkan kekuatan dan keberagaman industri Indonesia.
 
"Ini saatnya kita membuktikan kepada dunia internasional bahwa Indonesia memiliki kemajuan sektor industri yang bersaing dan patut diperhitungkan. Ini pula yang menjadi alasan utama KBRI Berlin untuk mengusulkan partisipasi Indonesia menjadi mitra penyelenggaran pameran ini," ujar Havas.
 
Hannover Messe 2018 diikuti lebih dari 6.500 peserta dan 210.000 pengunjung. Total kontrak bisnis yang dibukukan mencapai 5.6 juta Euro.
 
Diharapkan kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia. Kesuksesan Indonesia dalam pameran ini tentunya akn meningkatkan perekonomian Indonesia serta pengembangan faktor-faktor pendukung seperti sumber daya manusia, pendidikan, dan pariwisata.


(FJR)