Pencarian Berlanjut demi Pelaut dari Kapal Terbakar di Rusia

Arpan Rahman    •    Kamis, 24 Jan 2019 19:07 WIB
rusia
Pencarian Berlanjut demi Pelaut dari Kapal Terbakar di Rusia
Kebakaran yang melanda kapal di Selat Kerch, Rusia. (Foto: AFP).

Moskow: Pemerintah Rusia melanjutkan operasi pencarian para pelaut yang hilang setelah dua kapal yang membawa awak India, Turki, dan Libya terbakar di Selat Kerch. Di lokasi, api masih berkobar menyusul kecelakaan yang menewaskan 14 pelaut.

Setidaknya 14 orang dilaporkan tewas sesudah kebakaran terjadi pada Senin di lepas pantai perairan teritorial Rusia. Pencarian 10 orang lainnya sedang berlangsung di Selat Kerch yang memisahkan Rusia dari Krimea.

Meskipun tidak ada informasi dari Rusia dan Krimea tentang identitas mereka yang tewas dan hilang, tetapi Turki mengatakan empat warga negaranya meninggal, delapan diselamatkan, dan empat hilang menyusul kebakaran.

Otoritas India sebelumnya mengatakan Kedutaan Besar India di Moskow terus berhubungan dengan sejumlah badan Rusia yang terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang warga negara India yang terkena dampak dalam insiden itu dan guna memperluas bantuan yang diperlukan.

Kedua kapal itu berbendera Tanzania. Salah satunya membawa gas alam cair (LNG) dan yang lain berupa kapal tanker. Kebakaran terjadi ketika kedua kapal memindahkan bahan bakar dari satu kapal ke kapal yang lain.

Upaya pencarian para pelaut yang hilang dalam kecelakaan itu dilanjutkan pada Rabu, layanan pers Badan Federal Rusia untuk Transportasi Laut dan Sungai mengatakan kepada kantor berita Rusia TASS.

Departemen lokal dari lembaga penyelamatan maritim mengatakan bahwa kapal derek Merkury, yang membawa para pelaut ke Selat Kerch pada Selasa, juga kembali ke lokasi kecelakaan.

"Merkury sedang menuju ke lokasi kebakaran, akan terlibat dalam pencarian (untuk para pelaut) dan memadamkan api," kata seorang juru bicara, seperti dikutip dari laman NDTV, Kamis 24 Januari 2019.

Sebuah kapal khusus, Spasatel Demidov, melanjutkan upaya memadamkan api, yang masih berkobar. Kapal-kapal itu belum tenggelam, bagian-bagian utamanya tetap mengapung.

Kondisi para pelaut yang diselamatkan selama insiden kebakaran kapal di Selat Kerch tidak menimbulkan kekhawatiran, kepala Pusat Penanggulangan Bencana Krimea dan Pusat Ambulans Sergei Olefirenko mengatakan kepada TASS pada Rabu.

"Para pelaut yang diselamatkan sedang dirawat di Rumah Sakit Kota Kerch. Kondisi mereka membaik, tidak ada tanda-tanda kemunduran. Tidak ada bahaya bagi kehidupan mereka," katanya.

Salah satu kapal, Candy, memiliki 17 anggota awak, termasuk sembilan warga Turki dan delapan warga negara India.

Kapal lainnya, Maestro, memuat 15 anggota awak, termasuk tujuh warga negara Turki, tujuh warga India dan pekerja magang asal Libya, kata kantor berita Rusia TASS mengutip otoritas maritim.


(FJR)