Indonesia Desak ILO Atasi Masalah Pengangguran di Palestina

   •    Kamis, 07 Jun 2018 09:28 WIB
indonesia-palestina
Indonesia Desak ILO Atasi Masalah Pengangguran di Palestina
Dirjen Binwasker dan K3 Kemnaker Sugeng Priyanto pada pertemuan GNB di Jenewa (Foto: PTRI Jenewa).

Jenewa: Indonesia mendesak Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) untuk secara serius menggalang dukungan mitra pembangunan guna mengatasi masalah pengangguran di Palestina. Hal tersebut ditegaskan oleh Indonesia di hadapan Direktur Jenderal ILO, Guy Ryder, dan para peserta Pertemuan Tingkat Menteri Ketenagakerjaaan Gerakan Non Blok (GNB) yang berlangsung di Jenewa, Swiss 5 Juni 2018.
 
“Tingkat pengangguran di Palestina saat ini merupakan yang tertinggi di dunia. Hal ini terjadi karena pihak Israel terus membatasi aktivitas para pekerja dan pengusaha di wilayah pendudukan Israel di Palestina untuk melakukan kegiatan ekonomi,” tegas Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dhakiri, di sela-sela Sidang ke-107 International Labour Conference (ILC) di Jenewa dalam keterangan tertulis PTRI Jenewa yang diterima Medcom.id, Kamis 7 Juni 2018.
 
Dhakiri menekankan bahwa isu Palestina sangat dekat di hati rakyat Indonesia. Untuk itu, Pemerintah Indonesia akan terus mendukung kemerdekaan Palestina menuju tercapainya pertumbuhan ekonomi dan kerja layak di negara tersebut.
 
“Indonesia sangat prihatin dengan laporan yang disampaikan oleh Dirjen ILO mengenai situasi para pekerja di wilayah pendudukan Israel di Palestina. Kita ingin negara-negara GNB bersama-sama mendesak ILO agar dapat memobilisasi dana untuk Palestinian Fund for Employment and Social Protection,” tegas Dirjen Binwasker dan K3 Kemnaker Sugeng Priyanto pada pertemuan GNB di Jenewa.
 
Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa Duta Besar Hasan Kleib menyampaikan bahwa Direktur Jenderal ILO secara rutin setiap tahun selalu mempublikasikan laporan mengenai situasi ketenagakerjaan di wilayah pendudukan di Arab, termasuk Palestina. Laporan tersebut menjadi dasar pembahasan pertemuan Konferensi Perburuhan Internasional di Jenewa.
 
“ILO mencatat bahwa blokade yang diterapkan Israel di wilayah Gaza telah berdampak pada situasi perekonomian di negara tersebut sehingga pasar kerja semakin memburuk. Tingkat pengangguran pemuda di Palestina bahkan telah mencapai sekitar 50 persen,” jelas Dubes Hasan Kleib.
 
Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan Negara-Negara GNB di Jenewa mengesahkan Deklarasi yang antara lain memuat situasi ketenagakerjaan di wilayah pendudukan Israel di Palestina.

Dalam Deklarasi tersebut, negara-negara GNB menegaskan dukungan terhadap perjuangan Palestina mewujudkan kemerdekaan serta keprihatinan mendalam terhadap situasi ketenagakerjaan di wilayah tersebut yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan sosial Palestina.    
(FJR)