Emmanuel Macron Masih Jadi Favorit di Pilpres Prancis

Willy Haryono    •    Senin, 20 Mar 2017 08:26 WIB
pemilu prancis
Emmanuel Macron Masih Jadi Favorit di Pilpres Prancis
Emmanuel Macron disebut-sebut akan menang mudah dalam pilpres Prancis putaran kedua. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Paris: Emmanuel Macron masih menjadi sosok favorit untuk memenangkan pemilihan umum presiden Prancis dalam sebuah jajak pendapat terbaru pada Minggu 19 Maret 2017. 

Menurut jajak pendapat Odoxa, Macron akan memimpin pilpres putaran pertama dengan 26,5 persen, unggul tipis 0,5 persen dari tokoh sayap kanan Marine Le Pen. 

Dalam putaran kedua, seperti dilansir Reuters, Odoxa memprediksi Macron akan menang telak dari Le Pen dengan 64 persen. 

Sementara capres yang dililit serangkaian skandal, Francois Fillon, hanya meraih 19 persen suara di pilpres putaran pertama dalam survei Odoxa. 

Survei lain oleh Kantar Sofres-Onepoint memperlihatkan tren serupa di putaran pertama, dengan Macron dan Le Pen seri di 26 persen, sementara Fillon 17 persen.


Marine Le Pen. (Foto: Reuters)

Warga Prancis akan memberikan hak suara mereka pada 23 April dan 7 Mei. Masa kampanye resmi dimulai pada Sabtu pekan kemarin saat Dewan Konstitusi Prancis menetapkan sebelas kandidat yang memenuhi persyaratan. 

Deretan kandidat itu adalah Benoit Hamon, kandidat dari Partai Sosialis yang mengusung presiden saat ini Francois Hollande, dan sosok sayap kiri Jean-Luc Melenchon.

Divisi sayap kiri lebih mengunggulkan Macron, 39, mantan bankir yang mengundurkan diri dari kabinet Hollande tahun lalu. 

Mantan Presiden Nicolas Sarkozy dikalahkan Fillon dalam pemilihan internal partai tahun lalu. 

Hamon, yang hanya mendapat 12-12,5 persen dalam beberapa survei terbaru, mencoba menarik dukungan pendukung sayap kiri lewat kampanye di tempat konser terbesar di Paris. Ia menuduh Fillon dan Macron menjalankan "kampanye yang diracuni uang."


Benoit Hamon. (Foto: Reuters)


(WIL)

OKI Didesak Turun Tangan Mengatasi Tragedi Al Aqsa

OKI Didesak Turun Tangan Mengatasi Tragedi Al Aqsa

5 hours Ago

OKI diharapkan aktif menghimpun kekuatan negara-negara lain di dunia untuk menghentikan tindakan…

BERITA LAINNYA