Uni Eropa Dukung Belanda yang Disebut "Nazi" oleh Turki

Willy Haryono    •    Rabu, 15 Mar 2017 20:53 WIB
uni eropaprotes belanda
Uni Eropa Dukung Belanda yang Disebut
Presiden Uni Eropa Donald Tusk di Strasbourg, Prancis, 15 Maret 2017. (Foto: AFP/FREDERICK FLORIN)

Metrotvnews.com, Strasbourg: Uni Eropa mengecam keras pernyataan Turki yang menyebut Belanda sebagai "sisa-sisa Nazi" dalam ketegangan dua negara terkait kampanye referendum.

Menurut Uni Eropa, Turki "terlepas dari realitas" karena Belanda pada kenyataannya sudah cukup lama menderita di bawah kekejaman Nazi di masa lalu. 

"Jika ada yang melihat fasisme di Rotterdam, maka mereka sudah terlepas dari realitas. Kami semua mendukung Belanda," ucap Presiden Uni Eropa Donald Tusk di Strasbourg, Prancis, seperti dikutip AFP, Rabu 15 Maret 2017. 

Pernyataan senada diungkapkan Kepala Komisi Eropa Jean-Claude Juncker. "Saya tidak akan pernah menerima perbandingan antara Nazi dengan pemerintahan (negara-negara di era modern)," kata dia. 

"Jika Anda membandingkannya dengan periode ketika (zaman Nazi) itu, maka merupakan hal yang tidak dapat diterima. Seseorang yang melakukan itu menjauhkan dirinya dari Eropa," sambung dia, merujuk pada usaha Turki yang ingin masuk menjadi anggota Uni Eropa.

Turki sudah melanjutkan dialog keanggotaan dengan Uni Eropa sejak 2005. Namun hingga saat ini, belum ada perkembangan berarti. 

Ucapan "Nazi" yang dilontarkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dinilai Uni Eropa bertolak belakang dengan niat untuk bergabung dalam keanggotaan. 

Ketegangan antara Turki dan Belanda dimulai saat dua menteri Ankara hendak datang ke kota Rotterdam. Di sana, keduanya berencana mengisi acara kampanye bersama sekitar 400 ribu orang asal Turki menjelang referendum pada April mendatang. 

Referendum akan menentukan apakah kekuasaan seorang presiden di Turki diperluas atau tidak. Belanda tidak mengizinkan acara semacam itu karena berpotensi mengganggu ketertiban umum. 


(WIL)