Putin: Pebisnis Rusia Harus Siap Beralih Memproduksi Kebutuhan Militer

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 24 Nov 2017 14:20 WIB
rusia
Putin: Pebisnis Rusia Harus Siap Beralih Memproduksi Kebutuhan Militer
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto:AF/Sputnik/Mikhail Klimetyev)

Sochi: Presiden Rusia, Vladimir Putin memperingatkan bahwa pebisnis Rusia harus siap untuk beralih memproduksi kebutuhan militer setiap saat. Putin menuturkannya dalam pembicaraan di sebuah konferensi para pemimpin militer di Sochi.

"Kemampuan ekonomi kita untuk meningkatkan produksi dan layanan militer pada waktu tertentu adalah salah satu aspek terpenting keamanan militer saat ini," ujar Putin, seperti dilansir dari laman The Independent, Jumat, 24 November 2017.

"Untuk tujuan ini, semua perusahaan strateis dan berskala besar harus siap, terlepas dari siapapun pemiliknya," imbuh dia.

Sehari sebelumnya, sang presiden berbicara mengenai kebutuhan mengejar dan menyalip Barat dalm teknologi militer. Menurutnya angkatan bersenjata Rusia harus memiliki alat super canggih untuk menandingi AS dan sekutunya.

"Angkatan darat dan laut kita harus memiliki peralatan terbaik. Jika ingin menang, kita harus lebih baik," tutur Putin.

Sejak perang Georgia pada 2008, militer Rusia telah mengalami modernisasi yang ekstensif. Peralatan Soviet yang tua telah dihilangkan. Demikian dengan pemerintahan, ada struktur yang baru, anggaran pun meningkat.

Hingga tahun ini, biaya militer akan mencapai 3 triliun rubel, atau 3,3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Namun, selama dua tahun ke depan, pengeluaran mereka akan kebutuhan militer berkurang sedikit, diperkirakan menjadi sekitar 2,8 persen dari PDB.

Meskipun anggaran tetap kurang 30 persen dari anggaran gabungan NATO di Eropa, banyak negara meningkatkan pengeluaran militer mereka sebagai tanggapan atas 'ancaman Rusia'. Komando militer NATO juga telah direstrukturisasi.

Senin lalu, Perdana Menteri Inggris Theresa May, mengatakan Inggris akan memimpin sebuah tanggapan untuk melawan Rusia. "Kami tahu apa yang akan Anda lakukan," katanya.

Sementara itu, Rusia menyampaikan tanggapan diplomatik yang membuat May fokus pada program propaganda kapal induk Vesti Nedeli.




(WAH)