Catalonia Luncurkan Kampanye Referendum Kemerdekaan

Arpan Rahman    •    Jumat, 15 Sep 2017 18:08 WIB
politik spanyol
Catalonia Luncurkan Kampanye Referendum Kemerdekaan
Presiden regional Catalonia meresmikan dimulainya kampanye referendum kemerdekaan di Tarragona, 14 September 2017 . (Foto: AFP/JOSEP LAGO)

Metrotvnews.com, Tarragona: Separuh penduduk Catalonia telah mengumumkan keputusan mereka memulai kampanye referendum kemerdekaan. Di pihak lain, pemerintah Spanyol bertekad menghentikan langkah separatis.

Seperti dikutip Presstv.ir, kampanye dijadwalkan dimulai pada Kamis 14 September 2017 pukul 20.00 waktu setempat, di pelabuhan Tarragona, sekitar 100 kilometer dari selatan Barcelona.

Sebelumnya, Parlemen Catalonia telah meloloskan undang-undang yang dijadikan dasar untuk menggelar referendum kemerdekaan pada 1 Oktober mendatang. Pemerintah pusat Spanyol menegaskan, referendum tersebut ilegal. 

Kepolisian Spanyol diperintahkan Madrid untuk mencegah persiapan pemungutan suara. Siapa pun yang berkolaborasi dalam organisasi separatis juga diancam diseret ke jalur hukum.

Presiden Regional Catalonia Carles Puigdemont dan perwakilan partai separatis serta sejumlah asosiasi mengumumkan keputusan mereka untuk menghadiri awal kampanye di Tarragona.

Kubu pro kemerdekaan memiliki waktu dua pekan untuk mencari dukungan sebanyak-banyaknya menjelang pemungutan suara. 

Jika menang, separatis berjanji mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol beberapa hari setelah referendum. Ibu kota Catalonia -- jika jadi lepas dari Spanyol -- adalah Barcelona. Barcelona dihuni sekitar 7,5 juta orang.

Pihak yang menentang pemisahan diri tidak akan ambil bagian dalam kampanye referendum. Mereka telah meminta masyarakat Catalonia untuk memboikot pemungutan suara.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy berencana datang ke Barcelona pada Jumat besok. Ia akan meminta warga Catalonia untuk menjauh dari tempat pemungutan suara.

"Jika ada yang mendesak Anda untuk pergi ke tempat pemungutan suara, jangan pergi, karena referendum tidak dapat dilakukan, ini akan menjadi tindakan yang benar-benar ilegal," kata Rajoy.


(WIL)