Polandia Larang Aborsi, Rakyat Protes Besar-besaran

Sonya Michaella    •    Jumat, 07 Oct 2016 18:54 WIB
legalisasi aborsi
Polandia Larang Aborsi, Rakyat Protes Besar-besaran
Penasihat Presiden Polandia, Prof. Dr. Andrzej Zybertowicz (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pekan ini, rakyat Polandia demonstrasi besar-besaran terkait pelarangan total aborsi oleh Pemerintah Polandia. Protes besar terjadi lebih dari 60 kota di seluruh negeri.
 
Menanggapi hal ini, penasihat Presiden Polandia, Andrzej Zybertowicz menilai bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mayoritas perempuan tersebut bukan hanya memprotes adanya perubahan rancangan undang-undang aborsi saja, tetapi juga menentang peraturan dan birokrasi pemerintahan yang dinilai tidak pro kepada masyarakat.
 
"Hampir semua anggota demo yang melakukan unjuk rasa aborsi, mereka juga menentang birokrasi pemerintah. Ini karena ketika ada mobilisasi demokrasi, maka mereka yan memiliki beragam permasalahan terhubung dan teroganisir," kata Zybertowicz kepada wartawan usai memberikan kuliah umum di forum FPCI di Hotel Meridien, Jakarta, Jumat, (7/10/2016).
 
"Kadang sulit bagi mereka menyadari apa inti permasalahan yang mereka hadapi," ungkapnya lagi.
 
Sekitar 100.000 perempuan berpakaian hitam menggelar demonstrasi nasional di Polandia awal pekan ini, yang menentang rencana pengetatan aturan aborsi di negara tersebut.
 
Hal ini juga termasuk pelarangan aborsi terhadap kasus pemerkosaan. Wanita yang diketahui melakukan aborsi pun terancam hukuman penjara.
 
"Demonstrasi dan ungkapan unjuk rasa dari masyarakat ini harus menjadi perhatian setiap politikus negara. Politikus yang baik harus memahami dan mendengarkan keluhan masyarakatnya," tuturnya.
 
Diketahui bahwa sekitar 2.000 proses aborsi legal berlangsung di Polandia setiap tahunnya, dari sekitar 38 juta populasi negara tersebut. 
 
"Perlu diingat bahwa tidak semua masyarakat mampu mengekspresikan secara langsung apa permasalahannya. Menurut saya, demonstrasi besar besaran ini dapat menjadi refleksi pemerintah untuk lebih mendengar suara rakyat," katanya.
 
Namun, kelompok-kelompok perempuan di Polandia memperkirakan bahwa ada lebih dari 100.000 sampai 150.000 kasus aborsi yang dilakukan secara ilegal di luar negeri.
 
Usulan pengetatan aborsi ini pun ditentang dan menarik inisiasi warga yang mengumpulkan 450.000 tandatangan untuk menentang RUU tersebut.



(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA