Parlemen Inggris Gelar Voting untuk Pemilu Lebih Awal

Willy Haryono    •    Rabu, 19 Apr 2017 13:07 WIB
politik inggrisbrexit
Parlemen Inggris Gelar <i>Voting</i> untuk Pemilu Lebih Awal
Bendera Inggris berkibar di depan Big Ben dekat gedung parlemen di Westminster, London, 18 April 2017. (Foto: AFP/JUSTIN TALLIS)

Metrotvnews.com, London: Parlemen Inggris melakukan pemungutan suara untuk menentukan apakah pemilihan umum lebih awal (snap election) akan digelar atau tidak. 

Perdana Menteri Theresa May menyerukan pemilu lebih awal pada 8 Juni 2017 untuk memperkuat posisinya di tengah negosiasi Brexit dengan Uni Eropa.

Menyerukan pemilu lebih awal bukan perkara mudah. Snap election baru dapat digelar lewat kesepakatan mayoritas parlemen berdasarkan aturan yang dibuat di masa kepemimpinan David Cameron. 

Dua per tiga anggota parlemen, atau sekitar 434 dari 650, harus satu suara agar pemilu lebih awal dapat dilaksanakan. 

Partai Konservatif Inggris saat ini hanya memiliki 330 kursi. Itu artinya, PM May masih perlu meyakinkan lebih dari 100 anggota parlemen dari partai oposisi untuk mendukung pemilu lebih awal.


PM Inggris Theresa May. (Foto: AFP)

Pihak oposisi dari partai Liberal Demokrat berharap dapat menjadi wadah bagi warga Inggris yang pro Uni Eropa. Pihaknya sedang mempersiapkan diri mendorong kampanye melawan "Hard Brexit" yang akan membuat Inggris keluar dari pasar tunggal Uni Eropa.

Sementara oposisi utama pemerintah Inggris, Partai Buruh, dinilai sejumlah pengamat berada di posisi yang lebih lemah menjelang pemilu pada 8 Juni mendatang. 

Sejumlah jajak pendapat mengindikasikan May akan menang mudah jika pemilu jadi digelar lebih awal. Survei yang dirilis pada akhir pekan kemarin menempatkan Partai Konservatif memimpin 21 poin dari Partai Buruh.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendukung PM May dan berharap masyarakat Inggris dapat mengikuti proses pemilihan dengan lancar.


(WIL)