Polisi Jerman Selidiki Jejaring Militan Terkait Ledakan Dortmund

Arpan Rahman    •    Rabu, 12 Apr 2017 18:40 WIB
borussia dortmund 2016--2017ledakan
Polisi Jerman Selidiki Jejaring Militan Terkait Ledakan Dortmund
Bus berisi tim Borussia Dortmund tiba di Brackel, Jerman, 12 April 2017, satu hari setelah terjadinya ledakan. (Foto: AFP/MARIUS BECKER)

Metrotvnews.com, Berlin: Polisi Jerman sedang menyelidiki kemungkinan adanya jejaring militan dalam tiga ledakan yang mengguncang bus tim sepak bola Borussia Dortmund. 

Mereka telah menemukan sepucuk surat di lokasi kejadian, yang menyebutkan serangan brutal di pasar Natal Berlin pada 16 Desember 2016. 

Surat itu memuat "klaim bertanggung jawab atas apa yang terjadi," menurut jaksa Sandra Luecke, Selasa 11 April 2017 malam. "Keasliannya sedang diverifikasi," ucap dia, seperti dilansir AFP.

Luecke tidak memberi rincian isinya, tapi media nasional mengutip beberapa sumber anonim yang mengatakan bahwa isinya mengenai serangan di Berlin -- diklaim oleh kelompok Islamic State (ISIS) -- yang menewaskan 12 orang.

Konten surat juga menyebutkan pengerahan misi pengintaian Tornado dari Jerman sebagai bagian koalisi internasional anti-ISIS.

Ledakan di Dortmund melukai dua korban menjelang laga penting Liga Champions. Tim sepakbola Borussia Dortmund telah berangkat ke stadion untuk menghadapi AS Monaco ketika ledakan terjadi.

Motif di Balik Ledakan

Pemerintah Jerman sampai saat ini menahan diri dalam mengklasifikasikan ledakan sebagai serangan teror, sembari mengatakan masih terlalu dini buat menentukan motifnya.

Tapi penyelidikan kini telah diambil alih oleh jaksa federal, yang mengirimkan tim penyelidikan teror.

Harian Bild, surat kabar terlaris Jerman, mengutip sumber-sumber anonim mengatakan bahwa penyidik ??sedang memburu sebuah mobil yang melarikan diri, yang kemungkinan mungkin dikemudikan oleh penyerang.

Kendaraan tersebut memiliki pelat asing, dan polisi meyakini ledakan berasal dari sejenis bom pipa.

Pengumuman penundaan pertandingan Dortmund melawan Monaco ditunda hanya membuat seisi stadion tertegun sekitar 15 menit sebelum laga dimulai.

Presiden Dortmund Reinhard Rauball berkata, dia yakin timnya akan siap bertanding pada Rabu 12 April 2017

"Para pemain akan dapat menyingkirkan kejadian ini dari pikiran mereka dan berada dalam posisi siap menunjukkan penampilan biasa mereka," kata Rauball.

 


(WIL)