Kebakaran Hanguskan Kamp Imigran Grande-Synthe di Prancis

Arpan Rahman    •    Selasa, 11 Apr 2017 14:42 WIB
imigran gelap
Kebakaran Hanguskan Kamp Imigran Grande-Synthe di Prancis
Petugas berusaha memadamkan api di kamp Grande-Synthe di Dunkirk, Prancis, 10 April 2017 malam waktu setempat. (Foto: AFP/PHILIPPE HUGUEN)

Metrotvnews.com, Paris: Sebuah kamp berisi 1.500 imigran di Prancis bagian utara hangus terbakar. Menurut para pejabat setempat, api mulai menyala di tengah perkelahian antara imigran Afghanistan dengan pengungsi Kurdi.

Setidaknya 10 orang terluka ketika api melalap deretan pondok yang berhimpitan di kamp Grande-Synthe dekat pelabuhan Dunkirk. Bulan lalu, para pejabat mengatakan kamp akan dibongkar karena sering terjadi kerusuhan.

Pantai utara Prancis telah menjadi daya tarik bagi para imigran yang berusaha mencapai Inggris.

"Tidak ada yang tersisa kecuali tumpukan abu," kata Michel Lalande, pejabat polisi wilayah Nord Prancis, seperti dilansir BBC, Selasa 11 April 2017.

"Mustahil untuk membangun pondok-pondok itu kembali," tambah dia.

Populasi Grande-Synthe telah meningkat sejak kamp "Jungle" dekat Calais dihancurkan Oktober lalu. Jungle hanya berjarak sekitar 40 kilometer dari lokasi Grande-Synthe.

Beberapa insiden kekerasan terjadi di kamp Grande-Synthe, yang dibangun oleh grup relawan MSF dan dibuka pada Maret 2016.

Enam orang terluka terkena sabetan pisau setelah baku hantam yang dimulai dengan tanda kobaran api.

Bulan lalu, polisi turun tangan ke kamp tersebut setelah adanya lima orang terluka dalam perkelahian. November 2016, seperti dilaporkan AFP, seorang laki-laki ditikam di Grande-Synthe.


(WIL)