KBRI Kiev Harap Jokowi Resmikan Anjungan Indonesia

Sonya Michaella    •    Sabtu, 12 Aug 2017 08:33 WIB
indonesia-ukraina
KBRI Kiev Harap Jokowi Resmikan Anjungan Indonesia
Dubes RI untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandy saat menerima kunjungan Komisi I DPR RI. (Foto: Dok. KBRI Kiev)

Metrotvnews.com, Kiev: Anjungan Indonesia di Ukraina adalah salah satu proyek yang tengah dilaksanakan oleh KBRI Kiev dan mendapat sokongan dana sumbangan dari warga masyarakat Indonesia dan Ukraina.

Duta Besar RI untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandy berharap, tahun depan, Presiden RI Joko Widodo bisa meresmikan Anjungan Indonesia yang terletak di Kiev Botanical Garden ini.

"Jika terwujud, pavilion di Kiev Botanical Garden ini akan mempromosikan Indonesia dengan diwakili bentuk anjungan rumah tradisi Jawa Barat yang dilengkapi tempat bermain dengan jumlah pengunjung ribuan setiap harinya. Diharapkan, tahun 2018 dapat diresmikan saat Presiden berkunjung ke Ukraina," ucap Yuddy.

Seperti keterangan tertulis dari KBRI Kiev yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu 12 Agustus 2017, arsitek anjungan ini pun didatangkan langsung dari Ukraina. 

Bahkan, pekerja ahlinya diterbangkan langsung dari Indonesia dikerjakan bersama pekerja dari Ukraina.

"Kami meneruskan apa yang dicetuskan oleh Dubes terdahulu, kami sekarang mewujudkannya dengan dukungan dari berbagai pihak," lanjut dia.

Harapan Dubes Yuddy ini juga didukung oleh anggota Komisi I DPR RI yang sempat berkunjung ke Kiev. Tak cuma dukungan, Ketua Komisi I berharap kedepan hubungan Indonesia dengan negara-negara eks Uni Soviet ini dapat semakin erat melalui pengenalan budaya. 

Ia juga menekankan misinya, selain memperkuat hubungan ekonomi dan politik, diperlukan upaya meningkatkan hubungan antar warga negara atau people to people contact. 

Di samping budaya, hubungan kerja sama pertahanan juga diharapkan dapat lebih ditingkatkan di masa yang akan datang dengan kesepakatan bilateral dengan negara-negara tersebut. 

Saat ini, Indonesia telah melakukan pembelian beberapa alutsista terutama dari Ukraina seperti armored combat vehicle BTR 4 dan peluru kendali serta pesawat tempur Sukhoi dari Ukraina. 


(FJR)