Spanyol Selamatkan Lebih dari 200 Imigran di Mediterania

Willy Haryono    •    Senin, 30 Jul 2018 12:19 WIB
imigran gelapspanyol
Spanyol Selamatkan Lebih dari 200 Imigran di Mediterania
Sekelompok imigran berada di pelabuhan Algeciras, Spanyol, 26 Juli 2018. (Foto: AFP/JORGE GUERRERO)

Madrid: Spanyol menyelamatkan lebih dari 200 imigran di Laut Mediterania, Minggu 29 Juli 2018. Penyelamatan dilakukan saat Menteri Dalam Negeri Spanyol bertolak ke Mauritania untuk meningkatkan kerja sama dalam melawan keimigrasian ilegal.

Juru bicara badan penyelamatan maritim Spanyol mengaku telah menyelamatkan 211 imigran dari 21 perahu di Selat Gibraltar. Mereka smeua akan dibawa ke pelabuhan Algeciras.

Sebelumnya, otoritas Spanyol telah menyelamatkan lebih dari 1.200 imigran yang berusaha menyeberang dari Maroko ke Eropa via Mediterania. Saat ini, Spanyol menyusul Italia sebagai negara tujuan utama para imigran gelap.

Seperti dikutip dari Dawn, Kemendagri Spanyol mengatakan Menteri Fernando Grande-Marlaska akan bertemu Mendagri Mauritania di Nouakchott untuk "memperkuat kerja sama isu keimigrasian dan perang melawan terorisme."

Dalam kunjungan ke Algeciras pada Sabtu kemarin, Grande-Marlaska mengatakan keimigrasian ilegal ini "merupakan masalah Eropa yang membutuhkan usaha gabungan Eropa."

Ia menambahkan pemerintah Spanyol sedang berusaha membuka sebuah "pusat penampungan" di pelabuhan Andalusia yang dapat diisi 600 orang.

Berdasarkan data Organisasi Keimnigrasian Internasional (IOM), lebih dari 19.580 orang telah mendapat di pesisir Spanyol sepanjang tahun ini.

Sementara itu dalam sebuah insiden terbaru, enam orang termasuk tiga balita meninggal dunia setelah perahu karet mereka tenggelam di lepas pantai Turki barat.

Perahu itu diyakini dalam perjalanan menuju pulau Lesbos Yunani, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pesisir Turki.

Dari Januari hingga Juli tahun ini, sedikitnya 54 imigran gelap meninggal dunia saat berusaha mencapai Eropa dari Turki.




(WIL)


Trump Sebut AS Siap Tingkatkan Senjata Nuklir

Trump Sebut AS Siap Tingkatkan Senjata Nuklir

23 hours Ago

Trump menyebut Rusia tidak patuh terhadap semangat dari perjanjian nuklir era Perang Dingin.

BERITA LAINNYA