Dituduh Lakukan Perkosaan, Profesor Universitas Oxford Menutup Diri

Arpan Rahman    •    Kamis, 09 Nov 2017 11:06 WIB
pemerkosaaninggris
Dituduh Lakukan Perkosaan, Profesor Universitas Oxford Menutup Diri
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Oxford: Seorang profesor di Universitas Oxford mengambil cuti di tengah tuduhan pemerkosaan yang dia lakukan.
 
Tariq Ramadan, guru besar studi Islam kontemporer, dituding melakukan pemerkosaan oleh dua wanita di Prancis.
 
Cendekiawan tersebut juga telah dituduh berbuat kejahatan seksual oleh empat wanita Swiss. Dilansir Oxford Mail, Rabu 8  November  2017, Prof Ramadan membantah tuduhan tersebut.
 
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan, pada Selasa 7 November, Universitas Oxford mengatakan: "Universitas sudah secara konsisten mengakui munculnya tuduhan terhadap Profesor Ramadan, sambil menekankan pentingnya kejujuran serta prinsip keadilan dan proses hukum.
 
"Cuti yang sudah disepakati tanpa menyiratkan tidak adanya dugaan atau penerimaan rasa bersalah dan memungkinkan Profesor Ramadan untuk membuktikan tuduhan yang sangat serius yang dibuat terhadapnya, yang semua itu dibantahnya."
 
Kasus yang berkaitan dengan pelecehan seksual tengah menghiasi Inggris. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Inggis Michael Fallon mengundurkan diri pada 1 November setelah tuduhan skandal pelecehan seksual yang dilakukannya mencuat ke publik.
 
 
Fallon dituding melakukan pelecehan seksual pada 2002 silam di mana pelecehan itu ia lakukan terhadap jurnalis perempuan bernama Julia Hartley-Brewer. Fallon dituding pernah meletakkan tangannya di lutut jurnalis tersebut.
 
Akibat tekanan yang cukup besar, awal pekan ini, Fallon sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
 
Sang jurnalis, Hartley-Brewer mengatakan ia sangat terkejut dengan pengunduran diri Fallon dan menganggap keputusan Fallon tidak hanya didasarkan insiden pada 2002 itu. Dirinya berasumsi akan lebih banyak tuduhan yang datang.
 
Perdana Menteri Inggris Theresa May pun menerima pengunduran diri Fallon itu. Sebelumnya ia sempat menyerukan peraturan perilaku anggota Westminster diperketat.
 
Pasalnya, sebelum insiden Fallon ini, banyak kabar mencuat bahwa sejumlah menteri dan anggota parlemen melakukan pelecehan seksual.



(FJR)