Slovenia Dukung Pencalonan RI sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB

Fajar Nugraha    •    Kamis, 30 Nov 2017 09:40 WIB
dk pbbindonesia-slovenia
Slovenia Dukung Pencalonan RI sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB
Menteri Luar Negeri Slovenia Karl Erjavec nyatakan dukungan atas pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Ljubljana: Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2019-2020. Beberapa dukungan sudah diberikan kepada Indonesia.
 
 
Slovenia menyuarakan dukungannya atas pencalonan ini. Dukungan ini tegas diutarakan oleh Menteri Luar Negeri Slovenia Karl Erjavec.
 
"Slovenia mendukung pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB Periode 2019-2020," Demikian ditegaskan Menteri Luar Negeri Slovenia, Karl Erjavec ketika menerima Wakil Menteri Luar Negeri RI DR. AM Fachir yang juga bertindak sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB Periode 2019-2020. 
 
Menanggapi hal tersebut, Wamenlu RI sampaikan bahwa "Indonesia mengapresiasi dukungan Slovenia dan tentunya apabila nanti terpilih, akan memenuhi komitmen melibatkan semua negara dalam mempromosikan kerja sama inklusif dalam bidang perdamaian dan keamanan".
 
 
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membicarakan sejumlah hal yang menjadi kepentingan kedua negara termasuk peningkatan kerja sama maritim, investasi dan perdagangan, industri kreatif dan pemanfaatan IT, telekomunikasi, kesehatan termasuk telemedicine, farmasi dan people to people contact. 
 
Khusus untuk kerja sama maritim, Menlu Slovenia menawarkan pemanfaatan pelabuhan Koper yang telah dilengkapi sarana pendukung modern sebagai pintu masuk ekspor Indonesia ke kawasan Eropa Tengah dan Timur. 
 
Pelabuhan Koper dewasa ini telah dimanfaatkan secara signifikan oleh Jepang, Tiongkok dan Korea Selatan sebagai pintu masuk ke kawasan yang dianggap lebih efisien dan menguntungkan.
 
Sepakat dengan Wamenlu RI mengenai pentingnya peningkatan nilai perdagangan dan people to people contact, Menlu Slovenia sampaikan bahwa akan membantu mengenai isu visa Schengen bagi WNI.
 
"Slovenia juga akan bantu dorong penyelesaian negosiasi IE-CEPA dan bebas visa Schengen untuk WNI," tutur Menlu Erjavec, usai pertemuan dengan Wamenlu RI, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 30 November 2017. 
 
Saat ini masih cukup banyak potensi kerja sama ekonomi Indonesia dan Slovenia yang belum tergali, oleh karena itu, kedua pihak sepakat untuk segera menggelar business meeting antara para pelaku usaha kedua negara. 
   
Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Slovenia pada 2016 mencapai USD102,8 juta. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Slovenia di antaranya karet, batubara, minyak hewani dan nabati, kertas serta bahan kain yang dirajut.

 

 
(FJR)