Polandia Rayakan HUT ke-99 Kemerdekaan

Arpan Rahman    •    Minggu, 12 Nov 2017 18:18 WIB
polandia
Polandia Rayakan HUT ke-99 Kemerdekaan
Petugas keamanan Polandia amankan perayaan hari kemerdekaan. (Foto: AFP)

Warsawa: Hari ini Polandia merayakan Hari Kemerdekaan Nasionalnya, 99 tahun sejak berakhirnya masa perpecahan antara Rusia, Prusia, dan Austria setelah Perang Dunia Pertama.

Sebelumnya, Persemakmuran Polandia-Lithuania yang lemah telah dipecah-belah oleh negara-negara tetangganya selama 123 tahun. 1918 menandai dimulainya Republik Polandia Baru yang relatif makmur, berlangsung selama 21 tahun sampai invasi ke Polandia oleh Uni Soviet dan Nazi Jerman pada awal Perang Dunia II.

Krakow merayakan hari itu dengan sebuah parade tahunan besar-besaran, lantunan nyanyian di Main Square, dan masuk gratis ke Museum Nasional. Juga akan ada pertemuan anti-pemerintah di Plac Szczepa?ski pukul 13.30waktu setempat, diselenggarakan Komite Pertahanan Demokrasi (KOD).

Pihak KOD menyatakan tanpa ironi: "Tidak ada yang berhak menggunakan (Hari Kemerdekaan) demi tujuan politik," seperti dilansir Krakow Post, Minggu 12 November 2017.

Tentangan ini secara khusus merujuk pada sebuah pengumuman oleh Jaroslaw Kaczynski, pemimpin de facto di partai Hukum dan Keadilan (PiS) yang berkuasa, mengenai kompetisi untuk merancang sebuah monumen memperingati perayaan tahun depan yang didedikasikan bagi korban kecelakaan pesawat 2010 di Smolensk, Rusia. Kecelakaan tersebut, merenggut nyawa beberapa pejabat tinggi pemerintah Polandia (termasuk saudaranya, Presiden Lech Kaczy?ski) sudah menjadi titik temu bagi teori konspirasi sayap kanan yang percaya bahwa tindakan itu disengaja Rusia.

Kaum nasionalis juga akan turun ke jalan di Warsawa dalam demonstrasi tahunan besar-besaran. Tahun lalu, berkisar 75.000 orang berbaris mengusung slogan "Polandia, Benteng Eropa" dan menandai pecahnya situasi empat tahun yang penuh kekerasan dan penangkapan. Tema tahun ini adalah "Kita butuh Tuhan" dan, menurut beberapa pengamat, mungkin merupakan salah satu pawai sayap kanan terbesar di dunia.

Namun, terutama di Krakow, kemungkinan besar sebagian besar perayaan akan digelar acara budaya dan sejarah Polandia yang santai, aman, dan non-partisan. Bahaya terbesar bagi sebagian warga adalah banyak toko tutup.


(FJR)