Mantan Penjaga Kamp Konsentrasi Nazi Disidang

Arpan Rahman    •    Rabu, 07 Nov 2018 07:26 WIB
perang dunia iinazi
Mantan Penjaga Kamp Konsentrasi Nazi Disidang
Jerman sedang berusaha mengadili sisa dari semua personel Nazi. (Foto: AFP/File / JOHN MACDOUGALL)

Dortmund: Mantan anggota SS (pasukan Nazi) yang kini berusia 94 tahun menjalani persidangan di Jerman, Selasa 6 November 2018. Ia dituduh terlibat dalam pembunuhan massal di sebuah kamp konsentrasi Nazi selama Perang Dunia II.

Pria asal distrik barat Borken itu adalah seorang penjaga kamp Stutthof yang bertugas dari Juni 1942 hingga September 1944. Lokasi kamp dekat dengan kota Danzig, sekarang bernama Gdansk, di Polandia.

Nama pria ini tidak disebutkan oleh jaksa, tetapi kantor berita Die Welt mengidentifikasinya sebagai Johann R, seorang arsitek lansekap yang pernah bekerja untuk otoritas negara bagian Nordrhein-Westfalen.

Sidang ini menandai upaya baru Jerman dalam mengadili sisa anggota Nazi yang masih hidup sejak preseden proses hukumnya baru ditetapkan pada 2011.

Pengadilan wilayah Muenster mengataakan terdakwa yang sudah tua renta itu dituduh sebagai kaki tangan pembunuhan massal di kamp Nazi. Korbannya termasuk lebih dari 100 tahanan Polandia yang diracuni gas pada 21 dan 22 Juni 1944. 

Tidak hanya itu, terdapat juga "beberapa ratus" tahanan Yahudi yang tewas dari Agustus hingga Desember 1944 di kamp Stutthof. Pembunuhan di kamp itu merupakan bagian dari operasi "Solusi Final" ala Nazi.

Berusia antara 18 dan 20 tahun saat itu, pria tersebut "dituduh turut berpartisipasi dalam operasi pembunuhan," kata jaksa Dortmund Andreas Brendel kepada kantor berita AFP.

"Banyak orang diracuni gas, ditembak atau dibiarkan mati karena kelaparan," tambah dia. Karena para penjaga menjadi bagian penting dari sistem kamp, pria itu "tahu tentang metode pembunuhan" di sana.

Namun ketika diinterogasi oleh polisi pada Agustus 2017, terdakwa bersikeras bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang kekejaman di kamp. Ketika ditanya mengapa tahanan kamp sangat kurus, terdakwa dilaporkan mengatakan makanan sangat langka untuk semua orang.

Stutthof didirikan pada 1939,  di mana 65.000 orang tewas di kamp tersebut.


(WIL)