Malta Kirimkan Kapal Untuk Selamatkan Pengungsi Rohingya

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Sep 2017 11:42 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Malta Kirimkan Kapal Untuk Selamatkan Pengungsi Rohingya
Para pekerja MOAS menyelamatkan sejumlah imigran di lepas pantai Libya, 5 November 2016. (Foto: AFP/ANDREAS SOLARO)

Metrotvnews.com, Valletta: Organisasi relawan di Malta yang tergabung dalam Pusat Bantuan Migran Perairan (MOAS) menyatakan siap membantu para pengungsi dari etnis Rohingya. Mereka akan mengirim kapal penyelamat guna menampung pengungsi Rohingya yang memilih jalur laut untuk mengungsi.

Kapal penyelamat MOAS bernama Phoenix ini biasanya berlayar di Laut Mediterania. Jalur tersebut dikenal sebagai akses para pencari suaka asal Afrika untuk menyeberang ke Eropa.

Dikutip Malta Independent Online, Rabu 6 September 2017, relawan MOAS menyebut kapal mereka akan berada di perbatasan Myanmar-Bangladesh. Nantinya, para pengungsi akan naik kapal sehingga bisa melarikan diri dari zona konflik.

Kelompok ini mengaku tergerak membantu Rohingya karena pemimpin tertinggi Gereja Katolik di Vatikan, Paus Fransiskus, telah meminta mereka membantu korban kekerasan di utara negara bagian Rakhine, Myanmar.

"Paus Fransiskus telah meminta umat di seluruh dunia membantu pengungsi Rohingya. Ini lah yanh kami lakukan untuk membantu mereka," ucap salah satu relawan MOAS.

Baca: Memaknai Maraton Diplomasi Kemanusiaan untuk Pengungsi Rakhine

Pasalnya, sejak pertempuran kembali pecah di Rakhine, ratusan ribu pengungsi Rohingya kabur ke Bangladesh. Dari data PBB, lebih dari 100 ribu orang sudah memasuki Bangladesh dan memenuhi sejumlah kamp pengungsian.

Tak hanya Malta, Indonesia juga menyampaikan kesiapannya membantu Bangladesh dalam mengatasi krisis kemanusiaan. Lewat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, simpati dan keprihatinan Indonesia disampaikan kepada Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina.

"Saya bawa amanah dari Presiden Jokowi, menawarkan dukungan dan kontribusi kepada pemerintah Bangladesh untuk mengurangi beban dalam menangani krisi kemanusiaan ini," tutur Menlu Retno semalam.

Menlu Retno menuturkan PM Bangladesh menanggapi dengan baik niat Indonesia. Dia juga mengapresiasi keinginan Indonesia untuk mengatasi krisis kemanusiaan tersebut.

 


(WIL)